Demonstrasi dilakukan oleh beberapa orang saat Peer menjalani pertandingan pertamanya di Auckland Classic, Selasa (5/1/2010) pagi waktu setempat. Beberapa orang tersebut diberitakan menjadikan Peer sasaran kekesalan terkait tindakan pemerintah Israel terhadap penduduk Palestina.
Beberapa pendemo tersebut, seperti dikutip Reuters, membawa berbagai spanduk dan tulisan yang mengecam aksi Israel. Meski terjadi di luar stadion, namun serangkaian aksi tersebut sempat membuat petugas keamanan cukup khawatir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang Anda lihat, say6a kembali lagi. Saya sungguh menyukai turnamen ini. Sungguh memalukan ada yang berpikir kalau apa yang terjadi di dunia ini merupakan kesalahan saya. Buat saya, yang terpenting adalah memetik kemenangan, meski terus mendengar teriakan tersebut," sahut petenis 22 tahun itu.
Aksi demonstrasi tersebut memang terbukti tak mempengaruhi performa Peer karena dia tetap bisa menang dan melangkah ke babak kedua setelah menundukkan Polona Hercog (Slovenia) dengan 7-5 dan 6-3.
(din/key)











































