Kenangan indah di AS Terbuka 2009 membuat del Potro ingin mengalaminya kembali. Petenis yang lahir 21 tahun lalu itu sukses mendobrak dominasi Federer di turnamen yang telah dijuarai petenis asal Swiss tersebut selama lima tahun terakhir.
Saat itu del Potro terlebih dahulu mengalahkan Rafael Nadal di semifinal sebelum akhirnya menaklukkan Federer di partai final lewat pertandingan yang melelahkan sebanyak lima set untuk menyabet gelar juara AS Terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Well, saya merasa baik dengan permainan saya. Saya merasa percaya diri. Tentu saja, mengalahkan Roger (Federer) di final (AS Terbuka) memberikan saya banyak motivasi dan kepercayaan diri untuk terus berusaha, terus bekerja," ujar unggulan empat Australia Open itu kepada Reuters.
"Dan di saat saya berada di lapangan dengan Roger, Rafa (Nadal), saya tidak merasa jauh berbeda dan itu sangat penting untuk karir saya, untuk masa depan. Dan tentu saja saya ingin bertarung untuk predikat nomor satu," lanjut del Potro.
Kesuksesan menundukkan Federer lantas dibuktikan del Potro bukan sekadar kebetulan. Di ATP Tour Finals, Federer ditundukkan del Potro untuk mencapai semifinal --del Potro akhirnya menjadi runner-up di ajang ini.
"Saya akan memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik di dunia. Saya berharap akan mendapatkan turnamen yang bagus minggu depan dan kita lihat selanjutnya," tegas del Potro.
Del Potro kini tengah memulihkan kebugarannya setelah mengalami cedera pergelangan tangan yang didapatnya saat berlaga di turnamen AAMI Classic.
(krs/krs)











































