Dalam partai final yang dilangsungkan di NSW Tennis Centre, Sydney, Jumat (15/1/2010), Dementieva berhasil memanfaatkan buruknya permainan Serena dengan maksimal dan menang 6-3, 6-2.
Kemenangan atas Serena mengulangi kiprah sukses Dementieva di turnamen yang sama tahun 2009. Setahun lalu, petenis putri Rusia itu juga keluar sebagai juara dengan menundukkan Dinara Safina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelar di Sydney akan jadi modal bagus buat Dementieva untuk memburu yang terbaik di Australia Terbuka pekan depan. Petenis peringkat lima dunia itu belum pernah mengantongi satu pun gelar Grand Slam,
"Ini pengalaman yang hebat dan ini akan banyak membantu pekan depan. Kemenangan besar seperti ini memberi saya kepercayaan diri," cetus finalis Prancis Terbuka dan AS Terbuka 2004 itu.
Serena dalam pertandingan itu membuat banyak kesalahan sendiri yang dibuktikan dari lahirnya 40 unforced errors. Kesulitan petenis nomor satu dunia itu bertambah dengan cedera di lutut kirinya.
Namun Serena menepis kekhawatiran bahwa cedera di lututnya terhitung parah. Adik Venus Williams itu meyakinkan bahwa masalah itu tidak akan menghalanginya turun di Australia Terbuka.
"Ini cuma kesakitan kecil dan cuma dengan diikat akan mengurangi rasa sakitnya," tandas Serena.
(arp/arp)











































