Dalam laga babak pertama turnamen yang dihelat di Rod Laver Arena Melbourne itu, Murray yang ditempatkan sebagai unggulan kelima tak menemui kesulitan saat menang tiga set langsung dari lawannya yang asal Afrika Selatan itu, 6-1 6-1 dan 6-2.
Meski terlihat mudah, namun dinilai Murray kalau laga pertama ini sempat membuat dirinya gugup karena beban segenap rakyat Britania Raya yang ingin mengakhiri puasa 74 tahun gelar Grand Slam petenis tunggal putra. Padahal sang lawan pun punya rekor buruk tak pernah lewat dari babak awal turnamen Grand Slam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dicatat Reuters, Murray dalam laga itu sempat kesulitan dalam servis pertamanya yaitu presentasenya 35 persen. Namun, ia mamu membuat sembilan aces dan 37 winners.
"Aku tidak khawatir dengan servisku. Itu adalah bagian terkuat dari permainan aku," tukas petenis usia 22 tahun.
Usai melewati Anderson, Murray akan ditantang pemenang partai antar Marc Gicquel dari Prancis dan Simone Bolelli dari Italia di babak kedua.
"Mereka berdua adalah petenis yang bagus. Aku pernah melawan Gicquel sebelumnya. Ia adalah pemain yang tangguh, berpengalaman dan cukup cepat. Bolelli sangat bertalenta dan mempunyai pukulan yang keras. Tapi aku bermain dengan baik saat melawannya beberapa waktu lalu," lugas Murray.
(mrp/key)











































