Melbourne menjadi penyelenggara Grand Slam sejak 1972. Ketika itu turnamen digelar di Kooyong. Mulai 1988, pertandingan dipusatkan di Melbourne Park. Ada pun kontrak Melbourne Park bakal berakhir 2016.
Masa kadaluwarsa kontrak memang masih enam tahun lagi. Meski begitu pemerintah setempat tidak ingin Grand Slam pergi dari Melbourne. Untuk itulah dana dalam jumlah besar tengah disiapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana sebesar 363 dolar Australia atau sekitar Rp 3,1 triliun disiapkan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas. Di antaranya penambahan atap yang bisa dibuka-tutup di Margaret Court Arena dan 1.500 bangku, pembangunan Eastern Plaza yang memiliki 1 lapangan, serta perbaikan terhadap Rod Laver Arena dan Hisense Arena.
Proyek pengerjaan ini diharapkan bisa selesai pada tahun 2015. Bila terealisasi nantinya, mak Australia Terbuka akan menjadi Grand Slam pertama di mana terdapat tiga lapangan yang memiliki atap.
"Itu sebabnya pemerintah negara bagian Victoria melakukan investasi dalam jumlah yang signifikan untuk menjaga agar turnamen ini tidak pergi," tuntas Brumby.
Ada pun kota-kota lain yang tengah melirik kesempatan untuk menjadi pesaing Melbourne adalah Shanghai, Dubai, Madrid, dan Sydney.
(nar/arp)










































