Turnamen Australia Terbuka 2010 seakan menjadi ajang "penebusan dosa" bagi Djokovic. Sebab, petenis ranking tiga dunia itu tampil buruk di turnamen yang sama pada 2009. Padahal ketika itu dia berstatus sebagai juara bertahan.
Di Australia Terbuka 2009, Djokovic menerima sorotan tajam dengan terhenti di perempat final usai ditekuk Andy Roddick. Petenis 22 tahun ini mengaku bahwa dirinya tidak siap mental untuk memenuhi ekspektasi tinggi sebagai juara bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sungguh sulit untuk mengatasi tekanan tersebut dan ekspektasi yang saya miliki. Itu merupakan perasaan yang berbeda, sebuah perasaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya."
Tahun ini Djokovic ingin tampil lebih baik. Meskipun berhasil lolos ke babak kedua, petenis yang memiliki julukan 'The Djoker' itu mengakui bahwa lawannya di babak pertama, Daniel Gimeno-Traver cukup membuatnya kesulitan di set awal.
"Pertandingan pertama di awal tahun menjadikan start sedikit lebih lambat, tapi saya merasa saya telah melintasi net lawan yang telah bermain luar biasa hari ini."
"Kondisinya sedikit berbeda, karena bola-bola di sini lebih empuk dan sangat lambat. Sungguh sulit untuk menjadi pemenang. Dia (Gimeno-Traver) adalah pemain yang sangat cepat. Dia terus memukul dan tidak memiliki kerugian apapun. Anda bisa melihatnya."
"Saya berjuang pada set pertama, itu bukan rahasia lagi. Pada akhirnya saya menang, dan saya sungguh bahagia terhadap semua yang telah saya lakukan."
(roz/key)











































