Murray, unggulan lima Australia Terbuka, sempat berhenti sesaat usai berusaha mengembalikan bola hasil pukulan Serra dalam pertandingan, Jumat (22/1/2010). Dia kemudian tersungkur di lututnya dan berusaha meraih punggung bagian belakang yang sepertinya terpelintir. Wajahnya menyiratkan rasa sakit.
Untuk para fans dari Inggris Raya, ini jelas bukan pemandangan indah. Bukan apa-apa, sudah 74 tahun belum ada lagi petenis putra dari wilayah itu yang berhasil menggondol titel Grand Slam. Pada pundak petenis Skotlandia itulah asa mereka ditumpukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya Murray mampu bangkit dan bermain lagi. Rangking lima dunia itu akhirnya memastikan kemenangan 7-5 6-1 dan 6-4 untuk mencapai babak empat, di mana dia akhirnya dipertemukan dengan petenis AS John Isner.
Publik Inggris Raya kian senang karena Murray kemudian menjamin bahwa insiden sebelumnya tidak membuat punggungnya cedera. "Itu terkadang terjadi di lapangan. Kadang terlalu licin. Punggungku hanya jadi sedikit kaki, tapi tidak apa-apa," jelas Murray di Reuters.
Kondisi bugar jelas diperlukan Murray untuk menghadapi Isner yang punya postur raksasa dan memiliki servis dahsyat. Apalagi servis Murray sendiri juga dirisaukan kurang "menggigit", sesuatu yang dibantah Murray.
"Semua orang panik dengan servisku (tapi) aku senang dengan hasilnya. Di setiap partai sudah jadi lebih baik seperti perkiraanku. Saat tiba momen-momen penting, aku akan melakukan servis dengan baik. Itu yang terpenting," janjinya.
Dengan begitu, Inggris Raya pun bisa berharap pada Murray lagi.
(krs/arp)










































