Henin Berjaya, Safina Merana

Australia Terbuka

Henin Berjaya, Safina Merana

- Sport
Minggu, 24 Jan 2010 21:16 WIB
Henin Berjaya, Safina Merana
Melbourne - Justine Henin terus membuka jalan untuk meraih hasil tinggi di Grand Slam pertamanya pasca comeback. Hal sebaliknya dialami Dinara Safina yang kembali harus menunda ambisinya memenangi Grand Slam.

Henin yang mengikuti Australia Terbuka tahun ini dengan fasilitas wildcard, lolos ke babak perempatfinal setelah mengalahkan kompatriot Belgia-nya, Yanina Wickmayer, dalam laga di Rod Laver Arena, Minggu (24/1/2010).

Mantan petenis nomor satu berusia 27 tahun itu menang tiga set, 7-6 1-6, 6-3, dan akan bertemu Nadia Petrova di babak delapan besar. Petrova sedang on fire setelah berturut-turut mengalahkan Kim Clijsters dan unggulan ketiga Svetlana Kuznetsova di babak keempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Henin dominan dalam rekor pertemuannya dengan Petrova dengan memenangi 12 dari 14 kali bertanding.

"Tentu saja aku punya mimpi-mimpi," ujarnya dikutip Reuters. "Aku akan mencoba sejauh mungkin. Kalau bisa sampai akhir, pasti luar biasa. Tapi terlalu dini untuk membicarakan itu."

Henin pernah menjuarai Australia Terbuka di tahun 2004. Ia pensiun di tahun 2008 dan baru angkat raket lagi di akhir tahun lalu. Minggu lalu ia menandai comeback internasionalnya dengan tampil di Brisbane. Ia mengalahkan Petrova di babak awal dan baru kalah di final dari Clijsters.

Sementara itu Safina yang merupakan unggulan kedua harus menelan kenyataan pahit dengan tersingkir di babak keempat. Ia mengalami cedera punggung saat bertanding melawan Maria Kirilenko.

Saat tertinggal 30-40, saat memegang servis dalam kedudukan 4-5 di set pertama, ia kemudian menyatakan tak mampu melanjutkan pertandingan. Punggungnya bermasalah setelah melepaskan sebuah forehand.

Dalam keterangannya kepada pers Safina mengatakan, cedera tersebut adalah alasan yang sama ketika ia harus absen di turnamen penutup tahun 2009 WTA Championship di Doha.

"Sama persis seperti di Doha. Sama persis. Aku tak bisa bergerak ke mana-mana," tuturnya. "Dokter terapiku bilang, rebahan saja. Tapi aku bilang, 'aku tak bisa berbohong. Aku tak bisa bergerak. Berusaha bergerak apapun, rasanya sakit betul."

Diungkapkan Safina, saat unggul 4-3 ia bahkan sudah disuruh mundur, tapi ia masih berusaha untuk melawan cedera itu. Akhirnya ia menyerah juga daripada kondisinya kian memburuk.

Safina, petenis nomor dua dunia yang pernah sekitar lima bulan bertahta di puncak daftar peringkat WTA, belum pernah menjuarai turnamen Grand Slam. Catatan terbaiknya adalah runner up Australia Terbuka (2009) dan Prancis Terbuka (2008, 2009). (a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads