Adalah Zheng Jie dan Li Na yang mengangkat nama China di Melbourne Park tahun ini dengan melaju ke semifinal. Untuk ke sana, Zheng kemarin mengalahkan Maria Kirilenko dan hari ini Li menyingkirkan Venus Williams.
Sebelum ini, China bahkan belum pernah menempatkan satu pun wakil di perempatfinal Australia Terbuka. Bukan tiba-tiba sebenarnya, ketika tahun ini ada dua wakil negeri 'Tirai Bambu' itu di empat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat bahagia," girang Wakil Direktur Asosiasi Tenis China Gao Shenyang, menanggapi prestasi dua putri itu seperti dikutip Reuters. "Mereka berdua adalah contoh bagus untuk memberikan semangat bagi para pemain muda di China."
Kesuksesan Zheng dan Li juga menjadi tanda perubahan yang cukup mendasar dalam pembinaan olahraga, khususnya tenis, di China. Keduanya tidak tergabung di pelatnas yang diselenggarakan pemerintah dan diizinkan untuk memilih karir sendiri.
Zheng dan Li, serta dua orang petenis putri top lainnya, diberi kebebasan untuk memilih pelatih sendiri, kebetulan pelatih Zheng dan Li keduanya adalah orang asing, dan menyimpan hadiah uang yang mereka terima untuk pribadi.
Kebebasan yang diberikan kepada para petenis putri ini sempat memicu kontroversi karena atlet yang lain tidak dapat menikmati kebebasan serupa.
"Mereka berdua sudah meletakkan dasar tahun lalu dan tahun ini mereka sudah kokoh. Mereka telah cukup dewasa untuk menangani diri mereka sendiri dan mereka juga telah memiliki pengertian lebih baik tentang tenis," tutur Shenyang.
Di empat besar, Zheng akan menantang petenis yang baru comeback, Justine Henin. Sedangkan Li Na bakal berjumpa petenis nomor satu dunia, Serena Williams. Akankah terjadi All China Final?
"Saya tak mau membuat prediksi apapun. Saya berharap keduanya akan bermain yang terbaik di lapangan," tutup Shenyang.
(arp/arp)











































