Awal tahun ini, Li Na dan Zheng Jie menghadirkan prestasi gemilang di dunia tenis. Bukan berupa trofi, memang. Namun dua petenis negeri Tirai Bambu ini mengukir sejarah.
Dua pemain tunggal putri ini sukses menembus semifinal Australia Terbuka. Kehadiran Li dan Zheng di empat besar adalah kali pertama China menempatkan dua wakil di semifinal Grand Slam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keduanya dituntut mandiri usai memutuskan mengundurkan diri dari pelatnas di akhir tahun 2008. Itu berarti mereka harus mengurus segalanya sendirian, termasuk mencari pelatih hingga menggunakan uang sendiri untuk mengikuti turnamen.
Li sangat menikmati "kebebasan" yang ia dapatkan. "Sekarang saya merasa sangat baik karena tim sepenuhnya ada untuk saya," tukas Li seperti dilansir dari The Canadian Press.
"Mungkin karena saya seorang pemalas, sekarang bila saya tidak ingin latihan tinggal bilang kepada mereka (tim pelatih): 'Hari ini kita libur'," seloroh petenis berusia 27 tahun itu.
"Sementara saat di pelatnas, saat saya berkata: 'Bisakah saya hari ini libur?', mungkin mereka bakal berkata: 'tidak'," pungkasnya.
Ada empat petenis putri China yang keluar dari pelatnas di akhir 2008. Selain Li dan Zheng, adaΒ Shuai Peng dan Yan Zi.
(nar/krs)










































