Di AS Terbuka lalu, Clijsters jadi juara meski baru saja keluar sarang dari masa pensiunnya berhasil jadi juara. Terbukti, pensiun selama dua tahun tidak melunturkan kemampuan Clijsters.
Kembalinya Clijsters ke arena tenis rupanya turut menginspirasi Henin yang juga tengah pensiun. Awal tahun ini, petenis 27 tahun itu pun memutuskan untuk kembali mengayun raket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mimpi saya berlanjut," ungkap Henin tak percaya seusai memenangi laga semifinal melawan Li Na di Rod Laver Arena. Henin adalah petenis pertama yang mencapai final dengan status wild card. Demikian lansir Reuters.
"Saya tak terlalu yakin dengan apa yang saya rasakan di lapangan dan bagaimana hasil akhirnya. Saya cuma menikmati permainan dan menapakinya langkah demi langkah," imbuh Henin.
Sebetulnya, prestasi Henin itu tidak datang dengan tiba-tiba. Henin membuka sedikit rahasia bahwa sebelum turnamen dimulai, ia telah memesan tiket pesawat pada hari Minggu (31/1), sehari setelah final tunggal putri.
Di laga puncak, Henin akan menghadapi petenis putri terbaik dunia, Serena Williams. Henin tak berekspektasi apapun dan cuma berniat untuk menampilkan yang terbaik.
"Saya akan menghadapi petenis nomor satu dan juara bertahan. Saya tak sabar menanti final karena rasanya luar biasa. Saya penasaran bagaimana akhir cerita ini, tapi saya sangat bahagia dapat kembali seperti ini," tutup Henin.
(arp/din)











































