Penyusup di Rod Laver Arena Terancam Hukuman

Penyusup di Rod Laver Arena Terancam Hukuman

- Sport
Jumat, 29 Jan 2010 16:09 WIB
Penyusup di Rod Laver Arena Terancam Hukuman
Melbourne - Seusai pertandingan semifinal Australia Terbuka antara Andy Murray kontra Marin Cilic, ada seorang penonton yang nekat menyusup ke lapangan. Sang penyusup itu kini terancam hukuman.

Pertandingan Murray vs Cilic di Rod Laver Arena, Kamis (28/1/2010), baru saja selesai ketika tiba-tiba ada seorang pria dengan baju timnas sepakbola Kroasia tiba-tiba mendekati Cilic.

Cilic yang sebenarnya sedang akan menyalami chair umpire sempat kaget, namun karena pria itu cuma mengajaknya berjabat tangan, ia menerimanya. Tak lama, petugas keamanan meringkus si pria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cilic mengaku tak ada masalah dengan kejadian itu. Namun pihak penyelenggara menganggap kejadian tersebut sebagai lubang keamanan serius dan hal itu sangat membuat tidak puas.

Alhasil, sang penyusup yang tidak disebutkan identitasnya itu (hanya disebut sebagai pria 22 tahun asal Melbourne) akan dituntut dengan tuduhan 'menimbulkan gangguan dan masuk arena tanpa izin'.

"Investigasi menyeluruh telah dilakukan dan penanganan yang semestinya akan ditegakkan," demikian pernyataan panitia penyelenggara seperti dikutip Reuters.

Sebelum ini, sejumlah penyusupan juga pernah terjadi. Di AS Terbuka tahun lalu, seorang pria masuk lapangan dan mencium Rafael Nadal. Di Prancis Terbuka, seorang penonton juga masuk ke lapangan dan berusaha memasangkan topi ke kepala Roger Federer.

Namun tak selamanya penyusup itu masuk tanpa niat jahat. Di Hamburg tahun 1993, seorang penonton yang merupakan pendukung Steffi Graf masuk ke lapangan dan menusuk punggul Monica Seles dengan pisau.


(arp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads