Bermain di Rod Laver Arena, Sabtu (30/1/2010), keduanya memburu sejarah untuk diri masing-masing. Selain Serena yang mengejar titel kelima, Henin berambisi meraih gelar Grand Slam pertamanya usai comeback.
Tiga game pertama di set pembuka berjalan sebagaimana mestinya di mana pemegang servis berhasil mengonversinya jadi angka. Baru di game keempat, Serena sukses mematahkan servis Henin dan memimpin 3-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serena lalu memanfaatkan servisnya jadi poin dan memimpin 5-4. Di game kesepuluh, petenis nomor satu dunia itu mematahkan servis Henin dan menutup set pertama ini dengan kemenangan 6-4.
Di set kedua, saling mematahkan servis lawan terjadi di game ketiga dan keempat. Henin lantas melejit dengan mematahkan servis Serena di game ketujuh dan akhirnya menang 6-3 sekaligus menyamakan skor jadi 1-1.
Henin memberi harapan akan mampu memenangi pertandingan ketika di game pertama ia merebut kemenangan dengan love game (40-0). Namun Serena menetralisasinya dengan merebut game kedua, 1-1.
Serena membalikkan keadaan jadi 2-1 dengan mematahkan servis Henin di game ketiga. Tapi Henin tak mau menyerah dengan balik mematahkan servis Serena di game berikutnya dan kedudukan kini sama kuat 2-2.
Serena kembali mematahkan servis Henin di game kelima, memimpin 3-2 dan lalu memperlebarnya jadi 4-2. Servis Henin di game ketujuh lagi-lagi dipatahkan Serena. Akhirnya, di game kedelapan, Serena menyudahi pertandingan dengan kemenangan 6-2.
Ini adalah titel kelima Serena di Australia Terbuka. Empat gelar sebelumnya datang di tahun 2003, 2005, 2007 dan 2009. Sedangkan buat Henin, kegagalan ini koleksi gelarnya di Australia masih tetap satu, yakni tahun 2004. (arp/arp)











































