Kim Clijsters mencatat kisah manis di AS Terbuka lalu. Kembali dari masa pensiun, mantan petenis nomor satu dunia asal Belgia tersebut langsung jadi juara.
Sama-sama dari Belgia, pernah jadi rangking satu dunia dan juga baru balik ke dunia tenis pasca pensiun, Henin seperti mengikuti jejak Clijsters saat berlaga di Australia Terbuka. Dia terus maju ke final seraya merebut hati publik di Melbourne Park.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trofi juara memang tak dapat diraih, tapi Henin tetap senang. Pertama karena capaiannya yang memang oke di ajang ini. Kedua, karena dukungan publik yang luar biasa.
"Ini adalah dua pekan yang emosional buatku," ucap Henin seraya menelungkupkan kedua tangannya di dada pertanda terima kasih kepada penonton. "Aku kira ini takkan pernah terjadi lagi kepadaku. Aku juga ingin memberi selamat untuk Serena. Dia juara sejati."
"Semuanya lebih baik dari yang aku harapkan, aku harus mengingat itu. Pertandingan memang baru tuntas, tapi aku yakin akan banyak hal positif yang bisa aku pikirkan di hari-hari ke depan. Ini nyaris sempurna. Aku hanya gagal di langkah terakhir," ucap Henin di Yahoosports.
Keberhasilan Henin melaju ke final Australia Terbuka sebenarnya juga merupakan salah satu torehan terbaiknya di ajang itu. Selain ketika jadi juara tahun 2004, baru sekali Henin melaju ke final yakni saat jadi runner-up tahun 2006.
Maka menilik performanya di Melbourne, Henin pun kian yakin dengan keputusannya untuk kembali ke dunia tenis. "Aku dulu penasaran dengan levelku saat ini dan bagaimana aku mengatasi suasana di dalam dan luar lapangan, bagaimana perasaanku."
"Aku merasa aku sudah mengambil keputusan tepat, jadi untukku (hasil) ini sudah cukup bagus. Aku juga dapat hasil bagus dalam empat pekan terakhir --dua final. Jadi aku bisa sangat senang dengan raihan ini," tandas Henin.
(krs/nar)











































