Murray akan menghadapi Federer di laga puncak Australia Terbuka, Minggu (31/1/2010).
Catatan antara kedua petenis sungguh bertolak belakang. Federer adalah kolektor 15 gelar Grand Slam. Sementara itu Murray masih berjuang untuk mencari titel pertamanya untuk turnamen tenis kasta tertinggi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah jelas bahwa akan sangat nyaman bila bisa memulai laga dengan baik. Namun andai kita gagal melakukan start yang baik, menurut saya itu bukan akhir dunia," kata Murray seperti dilansir dari BBC.
Ia terinspirasi pada kekalahan Federer dari Juan Martin del Potro di final AS Terbuka tahun lalu. Ketika itu Del Potro menang lewat pertarungan lima set. Sebelumnya petenis asal Argentina itu sempat tertinggal dari Fedex.
"Di laga lima set semua bisa terjadi," ujar Murray.
Petenis berperingkat empat dunia itu memiliki catatan bagus saat bermain di set yang panjang, di Australia Terbuka kali ini. Itu terjadi ketika ia menghadapi Marin Cilic di semifinal di mana laga harus berlangsung selama empat set.
"Semua bisa berubah dalam beberapa poin saja, seperti pertarungan saya melawan Marin Cilic. Yang jelas bila start tak sesuai harapan, itu bukan akhir dunia," tuntasnya.
(nar/krs)











































