Joko: Sony Masih Monoton

Jelang Piala Thomas-Uber 2004

Joko: Sony Masih Monoton

- Sport
Rabu, 28 Apr 2004 18:11 WIB
Jakarta - Sebagai pemain yang diplot sebagai tunggal pertama pada kejuaraan Piala Thomas mendatang, Sony Dwi Kuncoro dinilai pelatih tunggal putra Joko Supriyanto masih memiliki kekurangan, yakni monoton.“Dia masih monoton, belum bisa mengubah irama permainan dan mendikte lawan. Sebaliknya, kalau lawan mengubah gaya, dia sering tidak bisa mengikutinya,” ujar Joko kepada wartawan di sela-sela latihan pertama tim Piala Thomas Indonesia di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2004). Akan tetapi di mata Joko pemain asal Salatiga itu memiliki keunggulan tersendiri, yakni daya juang. “Karakternya berbeda misalnya dengan Taufik (Hidayat). Dari segi skil Taufik mungkin lebih unggul, tapi Sony adalah seorang pekerja keras,” jelasnya.Sony sendiri menyadari kekurangannya itu tapi mengaku masih bingung kenapa bisa demikian. Yang jelas, pada pertandingan nanti ia tak mau menjadikan posisinya sebagai tunggal pertama sebagai beban. “Pokoknya saya usahain main lepas,” katanya.Mengenai beban — Tim Piala Thomas Indonesia ditargetkan mempertahankan gelar juara — Joko menambahkan, anak-anak asuhnya menyadari hal tersebut. Namun sejauh yang ia tahu mereka telah bertekad tak mau merasa terbebani alias selalu siap memberikan permainan terbaik.“Saya gak mau mikirin beban harus juara, yang penting bisa menyumbangkan angka buat tim,” tutur Taufik kepada detikcom.Pendapat senada dilontarkan pemain ganda Eng Hian, yang baru kali ini bisa memperkuat Indonesia di Piala Thomas. “Ini adalah tanggung jawab, jangan dianggap beban, malah jadikan motivasi saja. Yang penting nyumbangin poin,” katanya. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads