Harga "Make up" Istora Rp 7 Miliar

Jelang Piala Thomas & Uber

Harga "Make up" Istora Rp 7 Miliar

- Sport
Kamis, 29 Apr 2004 00:15 WIB
Jakarta - Sejak dibangun 44 tahun silam baru kali ini Istora serius membenahi penampilannya. Dana sebesar Rp 7 miliar pun dialokasikan untuk merenovasi arena olahraga indoor terbesar di Indonesia itu. Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno akan menggelar perhelatan akbar Piala Thomas dan Uber. Tak pelak semua mata pecinta bulutangkis dunia akan menuju kepada bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1960 itu.Satu minggu sebelum penyelenggaraan Thomas/Uber, Istora tampak sudah berbenah diri. Hampir seluruh dinding sudah dicat baru. Empat court yang dipersiapkan sebagai lapangan pertandingan lantainya sudah diganti dengan yang baru.Dua ribu kursi fiber juga dipasang untuk memaksimalkan kapasitas tempat duduk. Lampu-lampu yang dipakai untuk menerangi lapangan juga didatangkan khusus oleh salah satu sponsor ponsel ternama. Istora pun kelihatan sangat representatif.Maka tak heran jika renovasi gedung berkapasitas 10.000 tempat duduk itu memakan biaya 7 Milyar rupiah. Alokasi dana terbesar diberikan kepada penggantian lantai. Lapangan berukuran 25 x 50 m itu tadinya terbuat dari bahan kayu jati (parket), sekarang diganti menjadi kayu jenis siungkay dengan total volume 642 meter kubik. Sedangkan karpetnya didatangkan dari Singapura.Menurut manajer/kepala unit II Istora Sri Hudani, pemilihan kayu jenis siungkay sudah melewati berbagai pertimbangan. Kayu jenis ini diyakini punya kelebihan-kelebihan buat kegiatan olahraga maupun non-olahraga. "Siungkay lebih empuk untuk dipakai olahraga dan punya efek yang bagus untuk suara akustik," terang Sri.Awalnya Istora memang dibangun sebagai arena khusus untuk menyambut ajang Thomas 1961. Namun seiring perkembangan jaman, gedung olahraga indoor terbesar di Indonesia itu bukan hanya menggelar event bulutangkis saja. Event tinju profesional, bola basket, bola voli, tenis meja, hingga pameran dan pertunjukan musik sudah pernah digelar disini. Alokasi kegiatan olahraga pun kini hanya 20% saja, sedangkan yang 80% diperuntukkan bagi kegiatan non-olahraga.Renovasi yang tersebut di atas sendiri merupakan yang pertama sejak Istora dibangun tahun 1960 lalu. Setiap tahun, Istora memang kerap mengadakan renovasi namun yang dilakukan hanya berkisar pada pengecatan atau penggantian karpet ruangan.Menurut Sri renovasi 'besar-besaran' ini memang sudah dipersiapkan dari dahulu. Anggarannya sendiri diambil dari dana Gelora. "Dana renovasi sudah kami anggarkan untuk kurun waktu 2000-2005. Mumpung ada ajang Thomas/Uber ini, dana kami keluarkan sekalian untuk keperluan tersebut.""Sejak Gelora menjadi otonom dari pemerintah tahun 1984, dana pemeliharaan memang menjadi tanggung jawab sendiri," ujar Sri.Sebagai bangungan olahraga yang dipersiapkan untuk event era modern, ia juga dilengkapi dengan ruang-ruang penunjang lain seperti ruang liputan media elektronik, ruang hias, ruang medis, ruang rapat, seminar, pesta pernikahan dsb. Lapangan parkirnya pun mampu memuat 1000 mobil lebih. Kini Istora siap menggelar ajang Thomas dan Uber. Selain mengincar sukses menggelar perhelatan dua tahunan itu, pengelola tentu juga mengharapkan Indonesia sukses menjadi pemenang Piala Thomas dan Uber tahun ini. Semoga. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads