Kedua petenis tersebut dipastikan berjumpa di babak semifinal turnamen Indian Wells, setelah mengalahkan lawan-lawannya. Wozniacki menundukkan Zheng Jie, sedangkan Radwanska menyingkirkan Elena Dementieva.
Walaupun tidak berbendera yang sama -- Wozniacki Denmark, Radwanska Polandia -- mereka sudah berkawan sejak masih di level yunior. Jika tampil di turnamen yang sama, mereka pasti menyediakan waktu untuk makan bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang selalu begitu. Tapi kalau dia menang, itu takkan mengubah hubungan kami," sambung pemain unggulan kelima di Indian Wells ini.
Wozniacki yang merupakan unggulan kedua, mengamini ucapan karibnya itu. "Yang juara harus membayari makan malam. Ya mudah-mudahan saya yang akan mentraktir dia makan malam itu," selorohnya, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/3/2010).
"Dia teman yang baik. Besok kami akan rileks saja, bersenang-senang. Baru kemudian kita lihat saja apa yang akan terjadi setelah itu."
Saat ditanya apa saja yang biasa mereka diskusikan saat dinner di sebuah turnamen, Wozniacki menjawab, "Kami tidak membicarakan tenis."
"Banyak hal lain yang ingin kami obrolkan. Kami cenderung membahas hal yang betul-betul berbeda -- pakaian, fesyen, make-up, pemoles kuku, cowok, dan semuanya."
Sahabat ini baru dua kali berduel satu sama lain di kancah WTA. Radwanska memenangi pertemuan pertama di Stockholm 2007, dan Wozniacki membalasnya di tempat yang sama setahun kemudian, dengan skor yang sama pula 6-4 6-1.
"Dia pemain yang bagus," tukas Wozniacki, yang meskipun berpaspor Denmark tapi berdarah Polandia, seperti halnya Radwanska. "Dia bisa mengembalikan banyak pukulan. Dia berpikir. Dia cerdas di lapangan. Kami berteman di luar lapangan, dan kami ingin menang, bertarung di lapangan."
"Begitu Anda mulai berpikir: 'Oke, dia temanku, lalu apa yang terjadi jika kamu kalah. Maka, yang penting adalah tetap fokus dan tidak memikirkan siapapun yang ada di seberang lapangan," imbuhnya. (a2s/krs)











































