Roland Garros saat ini dinilai terlalu kecil untuk menampung 450 ribu penonton yang hadir di setiap tahun guna menyaksikan Prancis Terbuka. Selain itu para pemain juga mengeluhkan kondisi di sana yang dinilai kurang bisa memberikan kenyamanan bagi privasi mereka.
"Saya berbicara dengan Roger Federer di Monte Carlo tahun lalu dan ia memiliki daftar keluhan yang panjang," tukas direktur umum federasi tenis Prancis Gilbert Ysem seperti dikutip dari Yahoo!Sports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prancis Terbuka membutuhkan venue yang lebih baik lagi. "Kita hidup di lingkungan yang sangat kompetitif. Tiga Grand Slam yang lain berkembang dalam 20 tahun terakhir dan kami berada di posisi paling belakang."
"Kami ketinggalan dalam hal layanan yang bisa kami berikan kepada pemain dan juga fasilitas stadion."
Ada dua opsi yang bisa ditempuh yakni melakukan perbaikan terhadap Roland Garros atau membangun venue baru. Untuk arena baru, lokasinya bisa di dekat Istana Versailles atau di Marne-La-Valle yang dekat dengan Disneyland Paris.
Perbaikan Roland Garros membutuhkan biaya sebesar 270 juta dolar AS, sementara membangun stadion baru memerlukan dana sektiar tiga kali lipat,Β 810 juta dolar AS.
"Bila kita memutuskan tetap di Roland Garros, kami harus menambahkan atap di center court atau membangun lapangan indoor yang baru di dalam stadion," tukas Ysem.
Desan Federasi Prancis akan memutuskan soal French Open ini pada Februari 2011. "Apa pun yang diputuskan dewan, akan menjadi keputusan yang bersejarah. Tidak ada ruang bagi kesalahan karena kami tidak bisa lagi mundur ke belakang."
"Pada akhirnya, relokasi berarti bisa membuka masa depan yang terbaik bagi turnamen ini," tuntasnya.
Foto: Suasana penonton di Roland Garros dalam final putra Prancis Terbuka 2009 antara Roger Federer kontra Robin Soderling (Getty Images)
(nar/din)











































