Tampil di Olimpiade 2008, Maria Kristin berhasil memecundangi pemain-pemain yang jauh lebih tenar darinya. Gadis kelahiran Tuban 25 Juni 1985 itu menutup kejuaraan dengan berkalung medali perunggu.
Seiring dengan waktu, Maria Kristin kini sudah jadi salah satu andalan bagi tim Uber Indonesia, yang diharapkan bisa mengakhiri puasa gelar Uber sejak 1998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Piala Uber 2010 yang mulai dihelat di Malaysia bulan depan, gadis berusia 24 tahun ini akan menjadi tunggal ketiga, alias pemain terakhir yang bisa jadi penentu hasil.
"Jadi pemain terakhir, ada enak dan tidaknya. Enaknya kalau tim unggul 3-1 saya tidak perlu main. Tapi kalau seri, ya harus jadi penentu, demikian tutur Maria kepada detiksport dalam gelaran Simulasi Thomas Uber di Gor Bhinneka Solo, (Minggu 25/4/2010).
Di Malaysia nanti tim Uber Indonesia akan satu grup dengan Denmark dan Australia. Maria sendiri menyebut lawan-lawan dari Eropa sebagai rival terberat.
"Indonesia punya modal untuk menjalani turnamen yakni posisi runner up di kualifikasi Uber Cup. Hasil kemarin jadi motivasi bagi kami, bisa mendongkrak kepercayaan diri," demikian Maria.
(krs/roz)











































