Di usia yang masih sangat muda, 14 tahun, Mia ikut andil dalam hadirnya gelar Piala Uber di tahun 1994. Ketika itu Mia dijuluki Si Anak Ajaib berkat kualitasnya, apalagi Mia lantas membantu Indonesia mempertahankan gelar itu pada tahuh 1998.
Era Mia telah berlalu. Berbagai pebulutangkis muda pun muncul, salah satunya Maria Febe. "Yah, saya berharap bisa jadi seperti Mia," tukas Febe kepada detiksport di gelaran Simulasi Thomas Uber di GOR bhinneka, Solo, Minggu 25/4/2010 petang wib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tunggal pertama tanggung jawabnya besar. Saya ingin terus tampil baik di setiap pertandingannya. Yang penting bagi saya tampil berani," kata Febe.
"Pelatih mengatakan saya masih kurang bagus di faktor mental. Saya masih kurang pede, takut, tegang," demikian juara Australia Terbuka 2000 itu.
Febe berharap di kejuaraan nanti dia bisa tamp lepas agar seluruh kemampuan terbaiknya bisa keluar.
(nar/krs)











































