Bisa jadi ya. Nadal menjadi juara di Roma dengan menundukkan David Ferrer 7-5, 6-2 dalam partai final yang digelar Senin (3/5/2010) dinihari WIB. Inilah titel kedua beruntun Nadal setelah dua pekan lalu juara di Monte Carlo Masters.
Monte Carlo dan Roma adalah dua turnamen tenis kelas atas yang dimainkan di atas lapangan tanah liat. Di lapangan spesialisasinya itu, Nadal memperlihatkan kualitasnya yang sebenarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadal tampak tangguh dan mantap. Cedera lutut yang membuatnya hancur-hancuran di tahun 2009 seperti sudah tidak berbekas dan Nadal sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Saya tidak punya masalah dengan lutut saya dan itu adalah hal yang penting," girang Nadal seusai kemenangan di Roma seperti dikutip Reuters.
Keberhasilan Nadal menjuarai dua turnamen seri Masters adalah modal penting sebelum ia menapaki Prancis Terbuka yang akan digelar mulai 23 Mei mendatang.
Di Roland Garros, Nadal mendominasi mulai tahun 2005-2008. Tahun lalu, hegemoninya dipatahkan oleh Roger Federer, petenis nomor satu dunia yang sebenarnya tidak sering bermain bagus di lapangan clay.
Melihat penampilan Nadal, banyak yang memprediksi bahwa petenis kidal itu akan kembali merebut takhtanya di Roland Garros yang dicuri Federer.
"Jika Rafa bermain tenis dengan bagus, tak ada yang bisa menghentikan dia di lapangan tanah liat," yakin Ferrer yang selain kalah di final Roma juga takluk di semifinal Monte Carlo di tangan Nadal.
(arp/mrp)











































