"Semakin berisik semakin bagus. Fairuzizuan dan saya lebih suka kebisingan supaya kami bisa terus semangat. Kami sendiri saling meneriaki satu sama lain untuk memberi semangat di saat latihan," demikian Zakry seperti dikutip situs resmi Asosiasi Bulutangkis Malaysia.
Ditambahkan pemain berusia 27 tahun itu, kalau mereka diam saat bermain, itu berarti ada yang salah. Kemampuan terbaik mereka bisa tidak keluar. Itu sebabnya mereka harus secara konstan saling menyemangati dengan tidak "diam-diaman".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zakry/Fairuzizuan adalah ganda putra nomor dua di tim Malaysia setelah pasangan nomor satu dunia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Ganda ketiga adalah Ong Soon Hock/Hoon Thien How.
Turnamen tahun ini adalah Piala Thomas kedua untuk Zakry/Fairuzizuan. Mereka menjadi cadangan tapi dimainkan untuk partai ganda kedua di babak semifinal Piala Thomas 2008 di Jakarta, melawan Guo Zhengdong/Xie Zhongbo. Mereka menang dan menyamakan kedudukan 2-2, tapi di partai penentuan, tunggal ketiga Malaysia Mohd Hafiz Hashim kalah dari Chen Jin.
"Itulah satu-satunya pertandingan yang kami mainkan di putaran final Piala Thomas pertama kami, tapi juga yang paling terkenang. Kami sudah lebih banyak tampil saat ini dan mudah-mudahan bisa menyumbangkan poin di setiap laga," pungkas Zakry.
Sebagai ganda kedua, mereka akan bersaing dengan pasangan-pasangan top lain seperti Cai Yun/Fu Haifeng (China), Alven Yulianto/Hendra Gunawan (Indonesia), Jung Jae-sung/Shin Baek-cheol (Korsel) dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark).
(a2s/nar)











































