Di Mana Titik Lemah China?

Jelang Piala Thomas dan Uber

Di Mana Titik Lemah China?

- Sport
Rabu, 05 Mei 2010 11:36 WIB
Di Mana Titik Lemah China?
Kuala Lumpur - Baik beregu maupun perorangan, pemain-pemain China begitu dominan di dunia bulutangkis dalam beberapa tahun terakhir. Di manakah letak kelemahan mereka untuk dimanfaatkan tim-tim lawan?

Tokoh badminton dunia asal Malaysia, Datuk Punch Gunalan, memberi analisisnya menjelang gelaran Piala Thomas dan Uber di Kuala Lumpur, 9-16 Mei mendatang. Di Piala Thomas, bagaimanapun tim kandidat juara masih yang itu-itu juga: China, Indonesia, Korea Selatan dan Denmark. Gunalan bahkan tidak menyebut negaranya sebagai favorit.

Dalam wawancaranya dengan Starsport, pria 66 tahun itu menilai China tetap yang paling kuat di antara tim-tim lain, apabila itu merujuk pada statistik dan hasil berbagai turnamen dalam beberapa tahun terakhir. Piala Thomas selalu dimenangi China dalam tiga edisi terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu-satunya hal adalah China tidak begitu kuat dalam hal semangat tim (team spirit) tidak seperti Malaysia dan Indonesia, jika kita bicara soal final-final Piala Thomas," ujar Gunalan, manajer Malaysia saat kali terakhir memenangi piala itu di tahun 1992.

"Pemain-pemain mereka terjaga individualistisnya. Dan itu bisa dipahami karena mereka berasal dari negara yang sangat besar," sambungnya dikutip dari situs resmi Asosiasi Badminton Malaysia. "Anda lihat, Bao Chunlai dan Lin Dan punya website masing-masing."

"Mereka masing-masing dan saya pikir ini adalah sebuah faktor yang kadang-kadang bisa menghambat mereka, kalau pemain-pemain mereka tidak kompak," sambung mantan presiden deputi Federasi Badminton Dunia (BWF) itu.
(a2s/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads