Pada skuad Piala Thomas Korea, Park Sung-hwan adalah tunggal pertama yang berperingkat 13. Ia ditopang Shon Wan Ho (39), dan Hong Ji-hoon (83). Mereka "dimentori" Lee Hyun-il, mantan pemain nomor satu dunia yang saat ini berusia 30 tahun.
Hyun-il kembali bersedia masuk tim nasional setelah absen dari level internasional sejak kalah dari pemain Malaysia Lee Chong Wei di semifinal, dan dari Chen Jin di perebutan medali perunggu Olimpiade 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penampilanya (di berbagai kompetisi lokal) tetap bagus. Maka dari itu saya meminta dia kembali untuk Piala Thomas ini," demikian Li Mao tentang salah satu anak didiknya itu, yang sebelumnya pernah mengalahkan pemain-pemain top saat ini.
"Kalau saja dia tidak berhenti main setelah Olimpiade, dia pasti masih ada di posisi empat besar dunia," sambung pelatih asal China itu.
Ketika diminta Li Mao, Hyun-il tidak berpikir dua kali untuk menolak. Ia sudah berlatih intensif dalam dua minggu terakhir bersama skuad "Negeri Ginseng".
"Pengalaman membuat dia sparring partner yang baik untuk Sung-hwan," lanjut Li Mao, yang mengaku belum tahu apakah Hyun-il akan dimainkan di semua pertandingan, tergantung kebutuhan dan strategi menghadapi tim-tim lawan.
Dua tahun lalu Hyun-il memperkuat Korea saat menembus final Pial Thomas di Jakarta. Setelah memenangi empat pertandingan pertamanya, ia gagal menaklukkan Bao Chunlai dari China di babak final, dan Korea kalah 1-3.
"Saya percaya pemain-pemain tunggal top yang lain masih menghormati Lee Hyun-il," pungkas Li Mao, yang juga menyakini bahwa kehadiran Hyun-il menjadi sebuah pendorong moral bagi timnya.
Korea berada di Grup A bersama juara bertahan China dan Peru. Mereka melakoni pertarungan awalnya melawan Peru pada hari Senin (10/5/2010). (a2s/nar)











































