Bisa Final Lagi, Maria?

Piala Uber

Bisa Final Lagi, Maria?

- Sport
Minggu, 09 Mei 2010 08:10 WIB
Bisa Final Lagi, Maria?
Kuala Lumpur - Realistisnya, China masih terlalu kuat di level Piala Uber, di mana mereka tidak pernah tidak juara dalam tujuh edisi terakhir berturut-turut. Mampuhkah Indonesia mendekati tangga itu seperti dua tahun lalu?

Di Piala Uber 2008 para pebulutangkis putri Indonesia mencatat prestasi tinggi. Untuk pertama kalinya sejak 1998 srikandi "Merah Putih" berhasil lolos ke babak final turnamen beregu putri paling bergengsi itu.

Bermain di kandang sendiri, Maria Kristin dkk membuat publik Jakarta menggeliat. Ketika tim putra tersingkir di semifinal, mereka melaju ke partai puncak untuk berhadapan dengan tembok raksasa bernama China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai itu saja hal tersebut merupakan sebuah kejutan, mengingat prestasi Indonesia di kelompok putri, terutama di nomor tunggal pasca era Susi Susanti berakhir sudah sangat lama. Maka ketika kalah 0-3 dari China, sebuah optimisme baru.

Tahun ini semua kalangan memprediksi kembali menguasai Piala Uber, antara lain karena mereka menguasai daftar peringkat BWF. Lima pemain tunggal terbaik dunia saat ini berasal dari Negeri Tirai Bambu, begitu juga tiga ganda mereka.

Jika daftar peringkat BMW adalah salah satu ukurannya, tim Uber Indonesia memang cukup "jauh". Pemain tunggal terbaiknya, Maria Febe Kusumastuti, hanya ada di urutan 19. Tunggal ke-19, Adriyanti Firdasari di peringkat 14. Maria Kristin bahkan saat ini terlempar dari posisi 50 besar.

Pun di nomor ganda. Pasangan terbaik saat ini adalah Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polli, dan mereka menduduki tempat ke-13 di daftar tersebut. Mereka akan bahu-membahu di nomor ini denganΒ  Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dan Anneke Feinya Agustin/Lilyana Natsir.
Β 
"Kami punya sebuah tim muda tanpa nama-nama besar. Tapi punya seperangkat pemain yang mampu mencapai kembali kejayaan di masa lalu," cetus manajer tim Djenjen ketika mendarat di Kuala Lumpur hari Jumat lalu.

Dalam sejarahnya Indonesia tiga kali memenangi Piala Uber di tahun 1974, 1994, dan 1996. Kali terakhir mereka mencetak titel adalah ketika menekuk China 4-1 di Hong Kong. Sejak itu, tak ada negara lain yang bisa menghentikan China.

"Taget kami adalah mencapai final. Semestinya tidak ada halangan buat kami untuk menjuarai grup untuk lolos ke babak perempatfinal," tambah Djendjen.

Indonesia akan memulai kiprahnya di Putra Stadium, Bukit Jalil, pada siang ini, Minggu (9/5/201), melawan Denmark. Sehari kemudian Maria dkk akan menghadapi Australia untuk memastikan apakah benar bisa melewati rintangan Grup B.




(Beri dukungan Anda untuk tim Uber Indonesia di sini).

(a2s/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads