Sony Tak Main Murni Strategi

Piala Thomas

Sony Tak Main Murni Strategi

- Sport
Minggu, 09 Mei 2010 19:47 WIB
Sony Tak Main Murni Strategi
Kuala Lumpur - Tidak tampilnya Sony Dwi Kuncoro di pertandingan pertama Indonesia di Piala Thomas 2010 menimbulkan pertanyaan dari media massa setempat. Namun, ia tak main murni karena strategi.

Dalam skuad Indonesia saat mengalahkan Australia 5-0, Minggu (9/5/2010), Simon Santoso mengambil peran yang utamanya dimainkan Sony, yakni sebagai pemain tunggal nomor dua. Debutan Piala Thomas, Dyinosius Hayom Rumbaka turun di tunggal ketiga.

Dalam jumpa pers usai pertandingan yang juga diikuti detiksport, manajer tim Yakob Rusdianto disodorkan pertanyaan seputar seleksi tim hari ini oleh seorang jurnalis dari Malaysia. Pertanyaan itu terkait pemberitaan sebuah media lokal yang mengutip pernyataan Sony tentang isu adanya dualisme skuad Piala Thomas, antara pemain pelatnas dan non-pelatnas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tahu berita itu, tapi saya tidak mau menanggapinya. Buat kami, ini semata-mata soal strategi. Pelatih lebih tahu mengenai hal ini," ujar Yakob.

"Kami di sini punya satu misi untuk bisa memenangi Piala Thomas. Kerja keras tim yang membuat kami bisa mengalahkan Australia," sambungnya. "Saya tegaskan, kami di sini sebagai keluarga. Tim Piala Thomas dan Uber dalam kondisi terbaik dan mereka semua ingin negaranya jadi juara."

"Saya percaya apa yang dimunculkan beberapa koran lokal tidaklah benar. Saya rasa pemain kami tidak mengatakan apa yang tertuliskan itu," tegasnya.

Dalam situs harian Star, Sony sebenarnya mengatakan bantahan tentang isu "perpecahan" tersebut. Ia menyangkal ada masalah soal itu, dan semua anggota tim memiliki kesamaan, yakni bermain sebagai tim demi keberhasilan Indonesia.

Pada kesempatan terpisah Yakob menjelaskan lagi soal pilihan tim hari ini. Pelatih adalah yang paling tahu kondisi dan strategi tim lawan, siapa-siapa yang akan dihadapi, serta sudah mempelajari rekor-rekornya.

Hayom dimainkan juga bukan untuk coba-coba. "Ini Piala Thomas, bukan untuk mencoba jam terbang. Tapi siapapun harus diberi pemanasan. Kita tahu, Sony sudah terbiasa. Hayom bukan untuk diberi jam terbang, tapi suatu saat pemain keempat itu bukanlah cadangan terus. Dia juga bisa mencoba lapangan juga. Kita punya empat pemain dan yang turun cuma tiga. Satu pasti tidak main," jelasnya.

Alasan yang sama tentang pasangan Nova Widianto/Muhammad Ahsan, yang turun sebagai ganda kedua, bukannya Alven Yulianto/Hendra Gunawan.

Untuk menghadapi India di pertandingan kedua hari Senin besok, Yakob belum bisa mengindikasikan formasi tim. Semua akan dievaluasi dan susunan tim baru akan diserahkan kepada penyelenggara turnamen pada besok pagi.

Ayo dukung Tim Thomas dan Uber Indonesia. (a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads