Menjadi unggulan keempat di Piala Thomas tahun ini, Malaysia bahkan tidak berhasil keluar sebagai juara di Grup B. Menang WO atas Nigeria di partai pertamanya, mereka kalah 2-3 dari Jepang di laga keduanya tadi malam, Selasa (11/5/2010).
Pada pertandingan ini Lee Chong Wei dkk sebenarnya mendapat dukungan penuh dari suporter mereka yang meramaikan Putra Stadium di Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Apalagi di saat bersamaan tim Uber-nya bertanding melawan juara bertahan China di Grup A.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesal karena kedudukan menjadi imbang lagi 2-2, penonton berbalik mencemooh Zakry/Fairuz. Kata-kata dan bahasa isyarat yang tidak enak didengar dan dilihat dilontarkan khususnya kepada pasangan tersebut.
Fairuz rupanya tak bisa menahan emosi. Ia malah membalas kelakukan fansnya itu dan seperti menantang balik. Karuan saja suasana menjadi "panas". Penonton malah tambah kecewa pada reaksi Fairuz.
Pelatih ganda Rexy Mainaky segera turun tangan untuk menenangkan pemainnya itu. Pelatih asal Indonesia itu sampai menyampaikan permintaan maaf dalam jumpa pers, termasuk pada Ibu Negara Datin Seri Rosmah Mansor yang hadir langsung di stadion untuk memberi dukungan.
"Saya mohon maaf kepada warga Malaysia. Saya menyesali apa yang terjadi ini," ujarnya. "Penonton berhak merasa kecewa pada performa para pemain. Anak-anak memang tidak tampil baik dan saya bertanggung jawab penuh pada hal ini. Fairuz semestinya bersikap tenang dan tidak bereaksi seperti itu, walaupun tindakan penonton juga tak bisa diterima."
Dikutip harian Star, Rexy akan memberi sanksi tersendiri pada Fairuz terkait insiden teratas. Namun hal itu akan dilakukan kemudian karena Malaysia masih harus melanjutkan perjuangannya, dimulai dengan menghadapi Denmark di babak perempatfinal hari ini (12/5).
Fairuz sendiri langsung mengungkapkan penyesalannya dan menangis saat menunjukkannya. "Saya benar-benar di bawah tekanan, dan kalau penonton tidak mendukung, itu sangat tidak membantu. Saya berusaha tenang sampai seorang fans itu mengeluarkan isyarat tidak enak itu. Saya pun bereaksi β¦ Saya menyesal," tuturnya.
Terkait kejadian itu, plus karena kalah dari Jepang, harian Star edisi pagi ini mengulasnya dengan memakai judul "Real Embarrasing" (Sungguh memalukan).
Walaupun kalah di pertandingan keduanya di grup, tim Piala Thomas dan Uber Malaysia tetap tampil di babak delapan besar. Saat terundi bertemu Denmark, para pemain dan ofisial Malaysia tampak bertepuk tangan dan bersuka cita karena terhindar dari China. Hanya saja, jika bisa melewati Denmark, mereka masih bisa berjumpa sang juara bertahan di semifinal, apabila berhasil mengalahkan Korea Selatan.
Adapun tim Uber Malaysia akan berduel melawan runner up dua tahun lalu, Indonesia. "ni undian yang baik. Kami punya kans untuk mengalahkan Indonesia. Harapan kami adalah mengambil poin dari satu tunggal dan dua ganda," tukas pelatih tunggal putri Tey Seu Bock. Dalam sejarahnya Malaysia belum pernah menembus semifinal Piala Uber.
(a2s/din)











































