Wajah Beda, Kekuatan Sama

Jelang Semifinal Piala Uber

Wajah Beda, Kekuatan Sama

- Sport
Kamis, 13 Mei 2010 07:06 WIB
Wajah Beda, Kekuatan Sama
Jakarta - Pertemuan Indonesia kontra China di semifinal Piala Uber adalah ulangan dari partai final dua tahun lalu. Dalam tempo itu, wajah China banyak berubah, tapi ketangguhan tetap sama.

Tidak ada lagi nama mantan ratu bulutangkis Xie Xinfang dalam skuad China. Tim negeri 'Tirai Bambu' itu kini dipimpin oleh pebulutangkis nomor satu dunia berusia 22 tahun, Wang Yihan.

Bisa dibilang, kekuatan China tahun ini benar-benar merupakan baru. Praktis, cuma nama Jiang Yanjiao yang tersisa dari skuad yang berkuasa di Jakarta dua tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Indonesia yang akan jadi lawan China di semifinal, Kamis (13/5/2010) petang WIB, relatif tidak banyak berubah. Masih ada nama Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari, sama dengan saat di Jakarta.

Dua tahun lalu, China melibas Indonesia 3-0 di partai final. Dengan kekuatan yang telah berganti, masihkah China superior di hadapan para Srikandi 'Merah Putih' di Kuala Lumpur kali ini?

Sulit untuk mengatakan tidak. Meski berubah wajah, toh kekuatan China tetaplah menakutkan. Lihatlah catatan mereka yang menyapu bersih dua lawan di fase grup, Amerika Serikat dan Malaysia, dengan skor 5-0; tanpa kehilangan satu set pun.

Pasukan China praktis baru kehilangan satu set, yakni ketika Wang Yihan dipaksa bermain rubber game menghadapi tunggal utama India, Saina Nehwal, di perempatfinal.

Optimisme pun dilontarkan oleh pelatih kepala China, Li Yongbo, usai melihat para putri-putri asuhannya melibas India 3-0.

"Kami sudah pernah mengalahkan Indonesia sebelumnya dan seharusnya tidak ada masalah saat menghadapi mereka lagi untuk berebut tempat di final. Kami tidak meremehkan pemain manapun, tapi kami sudah bersiap penuh menghadapi mereka," kata Yongbo.

Tapi catatan Indonesia sebelum menghadapi China pun tak kalah ciamik. Sama halnya dengan kiprah China, dua lawan Indonesia di fase grup, Australia dan Denmark, dilibas dengan skor meyakinkan, 5-0.

Kemenangan atas Denmark, meski tidak diperkuat pemain terbaiknya, Tine Rasmussen, juga layak diapresiasi. Terbukti, Indonesia cuma kehilangan satu set saat ganda pertama Greysia Polii/Nitya Krishinda menang 2-1 atas Kamilla Rytter Juhl/Christina Pedersen.

Penampilan apik tersebut dipertahankan kala Indonesia menggulung tuan rumah Malaysia 3-0. Adriyanti, Greysia/Nitya dan Maria Kristin, sukses mengatasi tekanan penonton tuan rumah dan mempermalukan tim Uber mereka tanpa ampun.

Jadi, tak ada alasan untuk merasa rendah diri di hadapan China, apalagi merasa kalah sebelum bertanding. China dengan wajah barunya memang tetap sama kuat seperti dua tahun lalu, tapi bukan berarti tidak ada peluang menang, bukan?

Dukung perjuangan tim Thomas dan Uber Indonesia di sini!


(arp/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads