Untuk kesekian kalinya Indonesia gagal membawa piala Uber ke Tanah Air. Bertanding di Putra Stadiun, Bukit Jalil, Malaysia, srikandi-srikandi Indonesia dikalahkan oleh Cina di babak semi final dengan skor 3-0. Kalah dari negeri tirai bambu ini juga terjadi dua tahun lalu di final Piala Uber yang berlangsung di Jakarta.
Tahun ini dengan semangat dan tekad yang tinggi para pemain di berangkatkan ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk merebut piala tersebut. Target tinggi langsung dicanangkan Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso, pada pelepasan atlet Thomas dan Uber di pelatnas Cipayung, Rabu (5/5/2010) lalu. Namun, kenyataan berkata lain dan lagi-lagi tim Indonesia gagal di turnamen dua tahunan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djenjen juga mengatakan ketidakberuntungan tim Uber Indonesia bertemu dengan
Cina dalam undian. Andaikan bertemu dengan negara lain, bendahara PBSI, ini yakin bisa mengatasi.
"Kita sebetulnya kalau sedikit beruntung di undian berharap ketemu Cina itu di final, jadi dalam keyakinan kami ketika berangkat dari Jakarta kita yakin bisa mengalahkan tim di luar cina, sejujurnya seperti itu," tambah purnawirawan TNIΒ bintang dua ini.
Dengan kegagalan ini maka semakin lama dahaga gelar yang terjadi. Hampir 14 tahun lamanya piala tersebut berada di tangan negara Cina. Butuh minimal dua tahun lagi untuk mencoba peruntungan merebutnya kembali.
Piala Uber adalah Kejuaraan bulutangkis internasional untuk nomor beregu putri yang diadakan setiap dua tahun sekali. Tim putri Indonesia baru tiga kali menjadi juara, yakni pada tahun 1975/76, 1994 dan 1996.
(key/key)











































