Berhasil mengalahkan Jepang 3-1 di semifinal, Jumat (14/5/2010), Indonesia masih menunggu calon lawannya di final. Saat berita ini diturunkan, duel tuan rumah Malaysia kontra juara bertahan China baru akan dimulai.
Jika Malaysia yang menang, sebagai sesama pemain tunggal pertama Taufik akan bertemu Chong Wei, si pemain nomor wahid saat ini. Kalau China yang lolos, bertemu lagi Taufik dengan musuh bebuyutannya, Lin Dan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang dalam beberapa pertemuan terakhir Taufik sering kalah. Sejak 2007 ia tak pernah menang dari Lin Dan. Lawan Chong Wei juga begitu. Sekarang ini memang lagi zaman mereka berdua," ungkap Mulyo di Putra Stadium, Bukit Jalil, seusai Indonesia mengalahkan Jepang.
"Kecepatan Taufik juga sudah mulai berkurang, seiring dengan bertambahnya usia," sambungnya, merujuk pada umur pemain kelahiran 10 Agustus 1981 itu, yang di daftar peringkat BWF saat ini ada di urutan kelima.
Meski secara teknis sedang di bawah Chong Wei dan Lin Dan, tapi Mulyo memberi nilai positif pada performa Taufik. Paling tidak, permainannya sejauh turnamen ini terus membaik. Hari ini mengalahkan runner up All England 2010, Kenichi Tago, dengan straight set, setelah di dua laga sebelumnya bermain tiga set melawan pemain India, Kashyap Parupalli.
Juga, lanjut Mulyo, Taufik tetap punya peluang untuk mengalahkan Chong Wei atau Lin Dan. "Ini pertandingan beregu. Segalanya bisa terjadi."
Faktor lain yang bisa menjadi motivasi tambahan buat Taufik adalah, ini mungkin saja kesempatan terakhir dia tampil di putaran final Piala Thomas. Dari lima edisi terakhir yang diikuti, ia merasakan menjadi pemenang di tahun 2000 dan 2002.
"Dia memang akan bertambah usianya. Dua tahun lagi mestinya dia tidak main lagi. Tapi kalau PBSI masih memerlukan dia, kita lihat saja bagaimana nanti," pungkas Mulyo. (a2s/din)











































