Tumbangnya Si Nomor Satu

Piala Thomas

Tumbangnya Si Nomor Satu

- Sport
Sabtu, 15 Mei 2010 00:07 WIB
Tumbangnya Si Nomor Satu
Kuala Lumpur - Sebuah ironi untuk Lee Chong Wei dan publik Malaysia. Untuk pertama kalinya di tahun ini pemain nomor satu dunia itu menelan kekalahan dan kekalahan itu terjadi di kandangnya sendiri dalam sebuah ekspektasi besar.

Membuka partai semifinal antara tuan rumah melawan China di babak semifinal, Jumat (14/5/2010), Chong Wei bertemu pesaing terdekatnya, Lin Dan, yang di daftar peringkat BWF ada di urutan kedua.

Disaksikan ribuan suporter Malaysia yang memenuhi Putra Stadium di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Chong Wei sangat diharapkan mendulang angka untuk pasukan "Kuning". Pemain Indonesia Taufik Hidayat dalam prediksinya mengatakan, "Malaysia punya kans jika Chong Wei memenangi laga pertama".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi hal itu tidak terjadi. Pemain berusia 27 tahun itu takluk dua set langsung, 17-21 8-21. Tercicipi pula kekalahan pertama Chong Wei setelah selalu menang dalam 18 pertandingan sebelumnya di tahun ini, saat ia menjuarai Korea Super Series, Malaysia Super Series, dan All England.

"Ini bukan permainanku. Semuanya mengecewakan," ujar dia seusai pertandingan.

Diakuinya, dirinya "terlalu memikirkan" keinginan memenangi turnamen, dan itu malah membuatnya kehilangan fokus di atas lapangan saat menghadapi Lin Dan.

"Tidak ada yang jalan. Waktu Lin Dan unggul 16-9 di set pertama, saya kehilangan arah. Lapangan seperti mengecil, dan saya tidak tahu ke arah mana harus memukul," urai dia. "Lin Dan main agresif pula. Mungkin saya terlalu bernafsu untuk menang, tapi bukan itu tak bisa saya jadikan sebagai alasan."

Pengakuan Chong Wei dilihat pula oleh Lin Dan. Ia merasa Malaysia terlalu membebani diri sendiri dengan keinginan memenangi Piala Thomas untuk pertama kalinya dalam 18 tahun. Kali terakhir mereka jadi juara adalah di tahun 1992, ketika event juga diadakan di Kuala Lumpur.

"Mereka menciptakan tekanan luar biasa dengan memikirkan penantian 18 tahun. Chong Wei under pressure untuk memperoleh poin pertama, dan remuk dengan gampang," tukas pemain kidal yang baru memiliki satu gelar di tahun ini, yakni di Kejuaraan Asia di New Delhi, India, bulan lalu.

Kekalahan Chong Wei diikuti rekannya, pasangan ganda putra terkuat dunia saat ini, Koo Kean Keat/Tan Boon Heong , dari Cai Yun/Fu Haifeng, juga dengan dua set langsung, 21-15, 21-10. China memastikan kemenangannya menjadi 3-0 setelah Chen Jin menekuk Woong Choong Han 21-16 21-7. Di final, sang juara bertahan akan berhadapan dengan Indonesia. (a2s/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads