Dari formasi yang terbiasa, hampir dipastikan Taufik Hidayat dan pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi dua penampil pertama tim Indonesia. Calon lawan mereka adalah Lin Dan dan Cai Yu/Fu Haifeng.
Di partai ketiga atau tunggal kedua, Indonesia masih menunggu perkembangan kondisi Sony Dwi Kuncoro. Jika dinilai tidak siap, maka Simon Santoso kembali memainkan peran itu, dan Dynosius Hayom Rumbaka menjadi tunggal ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan Yacob, Nova punya kans besar untuk diturunkan. Salah satu alasannya adalah, dia sangat jarang bermain di nomor ganda putra karena lebih spesialis ganda campuran.
"Untuk ganda kedua, mungkin kita bisa pasang kayak kemarin (Nova/AlventβRed). Sulit dibaca lawan. Orang susah cari video Nova kalau main ganda putra. Mungkin baru pertandingan semalam China mempelajari dia," ujar Yacob saat ditemui wartawan termasuk detiksport di sesi latihan tim di BCS Sport Center, Kuala Lumpur, Sabtu (15/5/2010).
Seperti diketahui, Nova/Alvent menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Jepang di babak semifinal kemarin, dengan skor 3-1. Itu adalah kali pertama mereka ditandemkan di ajang internasional.
Sementara ganda putra pertama Markis Kido/Hendra Setiawan diharapkan memberi poin untuk Indonesia. Dari empat pertandingan mereka belum kehilangan set. Peringkat mereka juga lebih baik daripada Cai Yun/Fu Haifeng. Dari rekor pertemuan, kedudukan mereka berimbang: sama-sama menang empat kali.
Bagaimana dari nomor tunggal? Taufik jelas tetap diharapkan bisa memberi perlawanan terbaiknya melawan Lin Dan, walaupun sejak 2007 tak pernah bisa mengalahkan pemain kidal peringkat dua dunia itu.
"Saya yakin Taufik bisa. Waktu melawan India dia diragukan, tapi saat melawan Jepang, dia main hampir sempurna," tegas Yacob.
Saat disinggung soal rekor pertemuan terakhir Taufik dengan Lin Dan, ia memberi ilustrasi yang menekankan bahwa apapun bisa terjadi. Ia mencontohkan kekalahan Simon dari pemain Jepang Sho Sasaki di semifinal kemarin.
"Sebelum kemarin, Simon itu selalu menang dari empat kali pertemuan dengan Sasaki. Itu artinya, dalam pertandingan semua bisa berubah. Yang biasa menang bisa kalah, begitu juga sebaliknya. Yang penting kita usaha dengan maksimal."
Pertandingan final Indonesia kontra China akan digelar di Putra Stadium, Bukit Jalil, pada hari Minggu (16/5/2010) pukul 13.00 WIB.
(a2s/krs)











































