39 Pebulutangkis Berlatih di Pusat Pelatihan Militer

- Sport
Rabu, 19 Mei 2010 17:25 WIB
Yogyakarta - Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) sudah melakukan evaluasi setelah tim Indonesia gagal di Piala Thomas dan Uber di Kuala Lumpur Malaysia. PBSI mulai menyiapkan 39 atlet bulutangkis usia di bawah 19 tahun untuk mengikuti latihan di pusat pelatihan militer.

"Ini bukan program jangka pendek misalnya untuk persiapan tahun 2012, tapi kita persiapkan untuk program jangka panjang," kata Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso menjawab pertanyaan wartawan usai melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI DIY di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (19/5/2010).

Menurut Djoko, kekalahan tim Indonesia yang gagal memboyong Piala Thomas dan Uber bukanlah kesalahan tim. Sebab tim Indonesia juga sudah jauh-jauh hari mempersiapkannya dengan melakukan latihan-latihan intensif. Namun dikarenakan tim lawan terutama China memang lebih tangguh,

"Karena China memang masih tangguh dibanding kita. Kita sebelumnya juga sudah matang persiapannya," katanya.

Djoko mengatakan PB PBSI sudah melakukan evaluasi setelah tim Indonesia gagal di Malaysia. Saat ini PB PBSI mulai memfokuskan untuk persiapkan Piala Sudirman 2011 di Shandong China.

"Mulai sekarang ini semuanya sudah kita persiapkan terutama Piala Sudirman 2011 dan Piala Thomas-Uber 2012 nanti. Kita optimistis dan target kita menjadi yang terbaik," katanya.

Untuk persiapan jangka panjang lanjut Djoko, program kaderisasi atlet muda terus dilakukan. Saat ini, sebanyak 39 pemain di bawah usia 19 tahun sudah mengikuti latihan di pusat pelatihan militer. "Program ini sudah berjalan selama 6 bulan. Mereka kita siapkan bukan untuk masa dalam waktu dekat. Namun yang masa mendatang," pungkas dia.


(bgs/arp)