Safina yang juga mantan petenis nomor satu dunia asal Rusia itu tersingkir setelah terlebih dulu unggul dari Date Krumm, petenis veteran asal Jepang. Menang 6-3 di set pertama, Safina lantas kalah 4-6 dan 5-7 di dua set selanjutnya.
Untuk Date Krumm yang kini berusia 39 tahun, kemenangan itu terasa istimewa karena kini dia menjadi petenis tertua kedua di belakang Virginia Wade asal Inggris Raya, yang memenangi laga utama di partai tunggal putri di Paris semenjak turnamen ini memasuki era profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat bersedih untuknya dan berbahagia untuk diri saya sendiri. Saya hanya sekadar berusaha," ceplos Date Krumm di Reuters.
Di sektor putra, Roddick sudah harus banting tulang di laga babak pertama. Menghadapi Jarrko Nieminen, si petenis unggulan enam asal Amerika Serikat itu menjalani duel alot sebelum menang dengan 6-2, 4-6, 4-6, 7-6 dan 6-3.
Roddick yang tahun lalu hanya sampai babak empat memulai dengan baik dan melaju mudah di set pertama. Tapi di set kedua Nieminen mulai "panas" di set kedua dan mendikte reli-reli baseline untuk merebut kemenangan di dua set.
Di ujung tanduk, Roddick pun susah payah merebut set keempat untuk menyamakan kedudukan 2-2. Pada set penentu, dia pegang kendali dan kemudian menutup permainan.
(krs/nar)











































