Tahun lalu Nadal, yang dijuluki King of Clay, seperti biasa dijadikan unggulan di Prancis Terbuka. Hal ini bukannya tanpa alasan karena sampai saat itu dia belum pernah kalah di ajang tersebut sehingga sukses merebut empat titel juara.
Akan tetapi, di luar dugaan laju mengagumkan Nadal di Roland Garros harus terhenti di tangan Soderling yang dia hadapi di babak empat. Soderling pun kemudian terus melaju sampai final untuk berjumpa rival berat Nadal, Roger Federer. Soderling kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau Soderling sudah menuntaskan balas dendam atas Federer, kini giliran Nadal yang punya kans melakukannya lawan Soderling. Tapi si petenis Spanyol tak terlalu memikirkan perkara "balas dendam" dalam benaknya.
"Aku tak pernah percaya (dalam) pembalasan dendam. Jika aku kalah dari Robin atau petenis lainnya, rasanya akan sama saja. Aku pikir ini tidak akan mengubah caraku mempersiapkan diri," jelas Nadal di Yahoosports.
Nah, Soderling sendiri juga tak mau kalah dan sudah bersiap mengalahkan Nadal lagi. "Aku tahu aku bisa mengalahkannya, aku pernah melakukannya. Tapi setiap partai adalah duel baru yang berbeda," simpul Soderling.
Terlepas dari soal "dendam", partai ini dipastikan berjalan seru karena Nadal, yang punya rekor 37-1 di di Roland Garros, harus menghadapi Soderling, satu-satunya petenis yang bisa "mengotori" rekornya itu.
Tentu pada akhirnya jelas hanya ada dua opsi untuk Nadal dan Soderling: menang atau kalah.
(krs/krs)











































