Tahun lalu, Soderling menapak final dan kalah dari Roger Federer. Tahun ini, pemuda 25 tahun itu lagi-lagi mencapai partai puncak, tapi kali ini giliran Rafael Nadal yang melibasnya.
"Hari ini saya tidak bermain sebaik tahun lalu. Hari ini bukanlah pertandingan terbaik saya, tapi dia (Nadal) bermain lebih baik dari saya," komentar Soderling seusai pertandingan di situs resmi turnamen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soderling bukan lawan yang lemah buat Nadal. Selain merupakan satu-satunya pemain yang pernah mengalahkan Nadal di Prancis Terbuka, petenis Swedia itu juga memenangi dua pertemuan terakhirnya menghadapi Nadal.
Namun kenyataan di lapangan jauh berbeda. Nadal bermain nyaris sempurna dan Soderling terus tertekan sepanjang pertandingan. Soderling sering kehilangan kendali atas emosinya, mengutuki diri sendiri dan gagal merebut satu pun angka dari delapan break points yang sempat ia capai.
"Di awal, saya sedikit sial di mana saya punya beberapa kesempatan break tapi saya tidak memenanginya. Saat Rafa bermain seperti ini, Anda harus bermain sangat bagus, sesuatu yang tidak saya dapatkan hari ini," kata Soderling.
Kekalahan Soderling sekaligus memupus harapan Swedia untuk melihat lagi petenis asal negaranya berjaya di Grand Slam. Thomas Johansson menjadi yang terakhir melakukannya dengan menjuara Australia Terbuka 2002.
(arp/a2s)











































