Bertarung selama 2 jam 35 menit di All England Lawn Tennis Club, Rabu (30/6/2010), Federer yang merupakan unggulan teratas harus mengakui keungulan Berdych 4-6, 6-3, 1-6, 4-6.
"Saya benar-benar tidak bisa bertahan dengan baik dan saya tidak menampilkan permainan yang bagus saat saya harus melakukannya. Ini mengecewakan," sesal Federer seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bergelut dengan kondisi punggung dan kaki. Itu cukup membuat saya gagal tampil seperti yang saya harapkan. Saat kita cedera, kita tidak merasa nyaman. Kita tidak bisa konsentrasi karena kesakitan," kilah Federer.
Kekalahan di tangan Berdych menorehkan catatan buruk karena inilah kali pertama ia gagal ke final turnamen di atas lapangan rumput tersebut sejak tahun 2002.
Padahal, kekalahan di perempatfinal Prancis Terbuka bulan lalu juga rekornya selalu lolos ke 23 semifinal turnamen Grand Slam secara beruntun juga ikut putus.
"Perempatfinal adalah hasil yang cukup bagus. Jelas orang berpikir perempatfinal itu mengejutkan, tapi orang lain harus mati-matian untuk bisa ke perempatfinal turnamen Grand Slam," kata Federer.
"Itu bukanlah sesuatu yang biasa saya alami, kalah di perempatfinal, itu bukanlah hal yang biasa saya alami dalam enam tahun terakhir. Saya bermasalah dengan permainan dan dengan fisik saya," lanjut pria 28 tahun itu.
Setelah kekalahan ini, Federer tidak mau berlama-lama berada di London. Ia segera terbang ke suatu tempat, beristirahat dari hiruk-pikuk dunia tenis dan memulihkan kondisi.
"Saya ingin sekali istirahat. Saya tidak akan menonton final, saya akan berlibur," tuntas Federer.
(arp/nar)










































