Audisi digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jumat (2/6/2010). Para peserta datang dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Dalam audisi, peserta diminta bermain selama 10-15 menit. Mereka bermain secara bergiliran dalam 12 lapangan. Yang dinilai bukan menang kalah, melainkan teknik dan gaya permainannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supandji mengaku belum tahu persis jumlah yang akan diterima sebagai penerima beasiswa. Sebab, semua tergantung kondisi, terutama banyaknya peserta audisi yang berkualitas.
"Bisa 20 atau 24-an. Tahun lalu cuma 12 anak," ungkapnya.
Hingga pukul 17.50 WIB, audisi masih berlangsung. Puluhan peserta bermain, sisanya melakukan pemanasan. Ratusan pendamping peserta setia menunggu di pinggir lapangan.
Menurut rencana, pada hari kedua, Sabtu (3/6), peserta akan bermain lebih lama, yakni 20 menit. Setelah itu baru main full alias satu babak. Esoknya, peserta yang sudah terseleksi akan dites fisiknya, baik kelincahan maupun sinkronisasi geraknya.
(try/krs)











































