GCBI dimotori oleh lima mantan pebulutangkis nasional, yakni Flandy Limpele, Ricky Subagja, Joko Supriyanto, Rossina Tendean dan Candra Wijaya. GCBI didirikan karena mereka peduli pada perkembangan, prestasi, kesinambungan dan eksistensi bulutangkis di Indonesia.
Seperti diketahui, prestasi Indonesia memang belakangan terus menukik. Di Piala Thomas dan Uber, putra-putri Indonesia gagal juara, sementara di turnamen Indonesia Open Super Series bulan lalu, tidak satu pun wakil 'Merah Putih' yang sukses bertakhta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GCBI berusaha memberikan sumbangsihnya bagi bulutangkis Indonesia dengan menggabungkan unsur olahraga, seni, pendidikan dan hiburan (SportArtEduTainment) dalam sejumlah kegiatannya.
Seperti dalam rilis yang diterima detiksport, kegiatan tersebut meliputi turnamen bulutangkis di delapan kota dengan grand final di Jakarta, lomba cipta jingle dan lomba fotografi amatir dengan tema bulutangkis.
Turnamen bulutangkis yang digagas GCBI sendiri akan dimulai di Bandung pada 21-25 September, lantas ke Batam (20-24/10), Makassar (9-13/11), Bali (18-22/11), Balikpapan (15-19/12), Surabaya (5-9/1/2011), Solo (11-15/1) dan Jakarta (18-23/1). Grand final juga akan digelar di Jakarta pada Maret 2011.
Walau didirikan oleh para mantan pebulutangkis, GCBI juga menggandeng para pihak terkait seperti PB PBSI, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, KON/KOI, Kementerian Pendidikan Nasional, tokoh nasional dan juga selebriti.
(arp/krs)











































