"Saya baru mendapat telepon dari wakil ketua PBSI yang mengatakan pendaftaran bisa dilakukan langsung lewat PBSI. Kami kemudian mendaftarkan diri untuk ikut Jepang Terbuka dan kami juga diminta main di Kejuaraan Dunia. Jadi kami akan turun," kata Kido kepada BBC Indonesia.
Kido dan Hendra, yang pernah menjuarai Kejuaraan Dunia di tahun 2007, semula mengeluhkan PB PBSI yang tidak mendaftarkan mereka ke ajang China Masters pada 14-19 September. PBSI beralasan, karena bukan lagi pemain pelatnas, mereka harus direkomendasikan dulu oleh Pengda DKI Jakarta, tempat mereka bernaung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, mereka sudah mendaftar ke Pengda melalui klub. Maka ketika pendaftaran itu tidak diteruskan ke PBSI, dan akibatnya mereka tidak didaftarkan ke China Masters, Kido merasa kecewa. Apalagi mereka punya kontrak dengan sponsor yang mewajibkan mereka tampil di China.
"Kami sudah pernah menjadi juara dunia, dan tampil di sana pun tidak ada dalam ikatan kontrak. Kami hanya kecewa kenapa kami yang membawa nama bangsa harus dipersulit dalam proses perizinan."
Buntutnya, karena merasa tak bisa mengikuti China Masters, dan sponsor akan mendenda mereka, Kido/Hendra berencana tidak tampil pula di Kejuaraan Dunia. Dalih mereka, biaya ke Paris akan dialihkan untuk membayar denda kepada pihak sponsor.
Akan tetapi, dengan penjelasan dari wakil ketua umum PBSI di atas, bahwa pendaftaran ke China Masters masih bisa dilakukan tanpa harus melalui Pengda, maka Kido/Hendra pun masih bisa mengikuti kedua turnamen besar itu.
(mrp/a2s)











































