Federer 'Berakrobat' ke Babak Kedua

AS Terbuka 2010

Federer 'Berakrobat' ke Babak Kedua

- Sport
Selasa, 31 Agu 2010 10:51 WIB
Federer Berakrobat ke Babak Kedua
New York - Roger Federer melenggang ke babak kedua AS Terbuka 2010. Juara lima kali itu melewati hadangan Brian Dabul dengan 6-1, 6-4 dan 6-2, di mana salah satu poinnya dicetak Federer lewat sedikit aksi akrobatik.

Dalam partai yang dihelat Selasa (31/8/2010) pagi WIB tersebut, Federer yang unggulan dua sama sekali tak kesulitan menghadapi lawannya yang asal Argentina. Pada set pertama saja Federer sudah berhasil menutupnya hanya dalam 27 menit.

Di set kedua Dabul memberikan perlawanan lebih alot kendati Federer masih terlalu tangguh untuknya, di mana permainan berjalan selama 40 menit. Permainan tuntas setelah Federer menyudahinya di set ketiga yang berjalan selama 26 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski Federer menang dengan relatif mudah, bukan berarti permainan tak menghadirkan momen-momen penuh ketegangan. Tengok salah satu contohnya saat Federer harus sedikit berakrobat untuk mengembalikan bola Dabul.

Saat itu Federer berada di dekat net ketika Dabul melepaskan pukulan lob overhead yang tinggi. Walhasil Federer pun bergegas kembali ke baseline. Saat terlihat sudah takkan mampu mengembalikan, Federer yang tengah membelakangi net tiba-tiba bisa memukul bola lewat kedua belah kakinya.

Bola kemudian mulus melewati net dan melaju deras ke pojok lapangan Dabul. Terkejut dengan pengembalian akrobatik Federer, Dabul yang sudah mati langkah pun kemasukan poin.

Kalau Federer yang pernah menjuarai AS Terbuka pada tahun 2004, 2005, 2006, 2007 dan 2008 itu tak mengalami kesulitan berarti pada partai pertamanya, beda halnya dengan kiprah si juara 2001 Lleyton Hewitt yang langsung kandas.

Lewat sebuah partai yang berjalan selama tiga jam dan 39 menit, Hewitt dipaksa menyerah oleh Paul-Henri Mathieu dengan skor 3-6, 4-6, 7-5, 6-4 dan 1-6. Tersingkir di babak pertama menjadi hasil terburuk petenis Australia tersebut di AS Terbuka.

"Saya percaya masih bisa tampil lebih baik lagi sebagai seorang pemain. Saat saya memainkan tenis terbaik saya, seperti di Halle (bulan Juni lalu ketika mengalahkan Roger Federer dan jadi juara), saya masih merasa bisa melawan siapa saja," tegas Hewitt yang masih tetap optimistis, seperti diwartakan Reuters.


(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads