Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Bulutangkis Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (16/10/2010) petang, Yonatan/Rian menundukkan lawan dalam tiga set, 21-18 14-21 21-17.
Di set pertama, Yonatan/Rian seolah tidak ingin memberi ruang gerak bagi lawannya. Pengembalian bola yang baik disertai kokohnya pertahanan membuat Yonatan/Rian menyudahi set pertama 21-18.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di set ketiga, laga sempat terhenti menyusul rasa sakit di lutut kiri Yonatan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan singkat oleh tim dokter Badminton World Federation (BWF), Yonatan bisa terus bertanding dan duet Indonesia itu pun unggul 21-17.
Kepada wartawan, Yonatan mengaku sedikit terganggu dengan cedera lutut kirinya sehingga konsentrasinya sempat sedikit goyah.
"Tapi mereka (Wei Shem/Kok Siang) juga bagus. Di set kedua mereka melawan dan bikin imbang," kata Yonatan usai pertandingan, Sabtu (16/10/2010) malam.
Meski cedera mendera Yonatan tida patah arang. Histeria penonton di GOR Palaran cukup membuatnya sedikit melupakan rasa sakit tersebut.
"Itu (dukungan penonton) membuat saya semakin bersemangat," ujarnya.
Di partai semifinal lainnya, unggulan ketujuhganda campuran, Markis Kido/Lita Nurlita, sukses 'mengusir' rekan senegaranya, Mochamad Delynugraha/Richi Puspita, dengan raihan kemenangan straight set 21-10 21-14.
(arp/arp)











































