PBSI Waspadai Ancaman Pesaing

Indonesia Grand Prix Gold

PBSI Waspadai Ancaman Pesaing

- Sport
Minggu, 17 Okt 2010 03:32 WIB
PBSI Waspadai Ancaman Pesaing
Samarinda - Kejuaraan Bulutangkis Indonesia Open Grand Prix menyisakan partai final. Melihat hasil selama lima hari berlangsungnya kejuaraan, PBSI mengingatkan sejumlah negara menjadi ancaman bulutangkis Indonesia.

"Hongkong,Taipei,Thailand dan termasuk dari Eropa seperti Rusia menjadi ancaman," kata Sekjen Pengurus Besar PBSI (PB PBSI),Yakob Rusdianto kepada wartawan di GOR Bulutangkis Palaran,Samarinda,Sabtu (16/10/2010) malam.

Melihat sejumlah pertandingan di Indonesia Grand Prix Gold kali ini,Yakob menilai, sejumlah negara tersebut sudah berlomba-lomba untuk memacu prestasi olahraga Bulutangkis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini jadi bahan instruksi bagi PB PBSI. Kita selalu siap menerima kritikan dan masukan dari berbagai pihak untuk membenahi menjadi lebih baik," ujar Yakob.

Maria Febe Kusumastuti yang menjadi harapan tunggal putri Indonesia untuk melaju ke final akhirnya kandas di tangan Ratchanok Inthanon asal Thailand. Pemain muda berusia 16 tahun itu dinilai Yakob bermain lebih bagus.

"Febe sudah maksimal.Tapi Thailand (Ratchanok) memang bermain lebih bagus," ujar Yakob.

Yang dilakukan usai kejuaraan nanti adalah mempersiapkan pebulutangkis Indonesia untuk menghadapi Asian Games di China pada November 2010 mendatang. Ini tinggal menyisakan waktu 20 hari ke depan.

"Habis ini,masuk TC (pemusatan latihan di Cilangkap). Target kita di Asian Games pertahankan tradisi medali emas di setiap nomor.Mudah-mudahan terwujud," tutup Yakob.
(key/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads