Li Na adalah petenis peringkat tertinggi di antara delapan petenis yang hadir di CBTC 2010, Nusa Dua, 4-7 November. Dengan berada di urutan ke-11, Li Na menjadi unggulan teratas dan jadi favorit kuat juara.
Namun semua fakta itu hanyalah hitung-hitungan di atas kertas. Sebabnya, saat melakoni laga perdananya melawan petenis gaek Jepang Kimiko Date Krumm di babak perempatfinal, Li Na seperti tak berkutik. Petenis asal China itu takluk dalam pertarungan tiga set yang ketat dan berlangsung selama 142 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah kejutan baru saja diberikan Li Na kepada para publik tenis yang hadir menonton. Keunggulan fisik yang harusnya bisa dimanfaatkan Li Na tak bisa digunakannya dengan baik. Lalu apa yang terjadi padamu, Li Na?
"Apa yang terjadi pada saya? Ya seperti inilah olahraga. Wajar kalau ada kalah dan menang. Kimiko memang bermain baik dan pantas menang. Saya tidak bisa berbuat banyak di laga itu," cetus Li Na dalam jumpa pers sesudah pertandingan.
Seusainya Li Na hanya mengucapkan kalau misinya setelah gagal di CBTC ini adalah membela China di ajang ASEAN Games yang akan dihelat di Guangzhou pertengahan bulan ini. Raut muka Li Na yang menunjukkan kalau ia sedang tidak mood, membuat sesi konpers segera dihentikan. (mrp/krs)











































