Ivanovic datang ke turnamen ini sebagai unggulan kelima dan pemain berperingkat 24 dunia. Awal yang baik dimulai Ivanovic saat mengungguli Anastasia Pavlyuchenkova di perempatfinal lalu dengan menundukkan Kimiko Date Krum di semifinal lewat partai ketat tiga set.
Partai final pun berhasil dijejaki Ivanovic dan Alisa Kleybanova yang menyingkirkan juara bertahan Aravane Rezai dan Daniel Hantuchova sebelum menjejak laga puncak. Ketangguhan Ivanovic sebagai mantan petenis nomor satu dunia terlihat di situ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amazing, Aku sangat senang dengan kemenangan ini dan juga dengan pertandingan tadi. Laga tadi sungguh ketat dan Alisa Kleybanova membuktikan dia merupakan lawan yang tangguh," ucap Ivanovic dalam jumpa pers usai pertandingan.
"Aku hanya mencoba tetap tenang dalam pertandingan tadi karena aku sering terburu-buru dalam mengembalikan dan terkadang banyak membuang peluang," sambung Ivanovic.
Kemenangan ini membawa Ivanovic kembali menjejak peringkat 20 besar dunia, persisnya di urutan ke-17. Semakin istimewa lagi karena ia menjadi juara sehari setelah berulang tahun. Ia juga tanpa didampingi oleh pelatih setelah ia memutuskan kerjasama dengan Heinz Gunthardt beberapa hari sebelum mengikuti CBTC.
"Sangat sangat senang bisa kembali ke 20 besar dunia (setelah sempat terlempar ke posisi 65). Sangat senang dengan pencapaian yang kudapatkan dari turnamen yang kunilai kompetitif ini," sahut sahabat karib Novak Djokovic itu.
"Aku lebih bahagia lagi karena saya bisa memenangkannya tanpa didampingi pelatih. Soal pelatih saya tahun depan? Nanti akan aku bicarakan dengan timku. Sulit mencari pelatih bagus yang bisa membawaku kembali ke atas," simpul Ivanovic yang akan meninggalkan Bali esok hari. (mrp/mrp)











































