Navratilova memimpin 27 pendaki untuk mengumpulkan dana bagi yayasan Laureus Sport for Good Foundation, yang juga diikuti atlet sepeda paralimpik Jerman Michael Teuber dan bintang bulutangkis Inggris Gail Emms.
Navratilova kemudian menderita sakit di hari keempat pendakian gunung setinggi 5.895 meter dari permukaan laut itu. Selanjutnya wanita 54 tahun itu mendapatkan perawatan di rumah sakit di Nairobi selama tiga hari. Petenis berdarah Cekoslowakia itu divonis menderita high altitude pulmonary oedema.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada cairan dalam paru-parunya yang terkait dengan ketinggian. Kondisi ini sangat berbahaya pada seseorang yang berada di ketinggian, namun sekali dia turun maka proses penyembuhannya cepat," demikian keterangan dokter spesialis penyakit dalam dan jantung David Silverstein seperti dikutip dari situs pribadi Navratilova.
Diberitakan AFP Senin (13/12/2010) dinihari WIB, Navratilova sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit. "Saya merasa lebih baik dan sangat gembira sudah diizinkan pulang. Saya berterimakasih kepada seluruh staf rumah sakit Nairobi yang sangat luar biasa dan sangat peduli kepada saya. Perawatan yang diberikan selama tiga hari saya di sini sangat sempurna," kata pemegang 18 gelar Grand Slam itu.
Bagaimana dengan tim pendaki sendiri? Dari 27 orang, 18 di antaranya berhasil mencapai puncak Kilimanjaro.
"Sungguh luar biasa mengetahui bahwa tim telah kembali dengan selamat. Saya juga gembira mendapat kabar bahwa banyak dari mereka bisa mencapai puncak meski kondisi cuaca tak mendukung," tuntas Navratilova.
Foto: Martina Navratilova tengah beristirahat saat di hari pertama pendakian Gunung Kilimanjaro, 7 Desember 2010. Mantan petenis itu kemudian harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami gangguan pada paru-paru (Getty Images) (nar/krs)











































