Sekilas tentang Piala Dunia-nya Bulutangkis
Kamis, 06 Mei 2004 11:10 WIB
Jakarta - Tiap cabang olahraga pasti mempunya ajang prestisenya masing-masing, termasuk bulutangkis. Kini piala dunia-nya bulutangkis Thomas & Uber Cup kembali digelar di Indonesia.Buah kerja keras kelompok putra yang saling bersaing tentu saja ditandai dengan Piala Thomas di tangan. Nama Thomas sendiri diambil dari penemu Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) Sir George Thomas. Ia juga yang menyumbangkan piala yang terbuat dari perak asli tersebut. Bersamaan dengan pecah Perang Dunia II, kompetisi pertama di tahun 1949 sukses dilaksanakan. Mengambil tempat di Preston, Inggris debut awal ajang ini dijawarai oleh tim Malaya yang menundukan tim kuat eropa Denmark 8-1. Setelah tiga kali menguasai piala Thomas, akhirnya di tahun 1958 dominasi Malaya ditumbangkan saudara dekatnya yaitu Indonesia. Keperkasaan Indonesia bahkan bisa saja masuk sejarah pebulutangkisan dunia dengan memenangkan gelar juara delapan kali berturut-turut. Sayang, saat ingin mempertahankan gelar keempatnya di tahun 1967 insiden justru terjadi di kandang sendiri. Istora Senayan menjadi saksi sejarah ketika Malaysia dimenangkan oleh wasit kehormatan Herbert Scheele karena penonton tuan rumah tidak bisa ditertibkan.Peristiwa ini imbas dari alotnya pertandingan partai final dimana kedudukan genting INA tengah mencoba merebut poin dari partai ganda putra. Posisi 3-4 untuk Malaysia, nyaris dikejar oleh Mulyadi/Agus Susanto yang menghadapi Ng Boon Bee/Tan Yee Khan. Duo Indonesia tertinggal di set pertama, namun set kedua Mulyadi/Agus mampu membalikan keadaan menjadi 13-11. Padahla saat itu mereka sudah tertinggal 2-10.Hal inilah yang membuat para penonton makin bersemangat dan ikutan ngotot. Teriakan cemoohan yang menggangu konsentarsi lawan pun mewarnai jalan pertandingan. Scheele lalu meminta penonton dikeluarkan dari arena pertandingan. Karena ditolak oleh pihak PBSI, Scheele dengan segala wewenangnya menyatakan INA kalah 6-3. Pengalaman ini tidak berpengaruh pada penampilan INA selanjutnya. Terbukti tahun 1970 skuad Merah-Putih berhasil merebut Thomas di Kuala Lumpur. Dominasi INA masih berlangsung, hingga pesaing berat Cina muncul. Meski demikian, skuad Merah-Putih boleh berbangga hati. Pasalnya, walau rival-rival baru bermunculan, Piala Thomas paling sering dipegang para pahlawan Indonesia. Tercatat sejak 22 kali digelar, INA menjadi juara sebanyak 13 kali, Malaysia lima kali dan Cina baru empat kali. Sementara itu di bagian putri, perebutan gengsi juga terjadi. Piala Uber adalah simbol kekuatan dari para pebulutangkis putri. Uber sendiri namanya diambil dari donatur penyumbang piala itu Mrs H.S Uber. Jika kompetisi pertama Thomas didominasi oleh para atlet asia, justru pada tahun 1957 Amerika Serikat lah yang berhak memboyong piala Uber. Baru saat ingin mempertahankan Uber untuk keempat kalinya, AS ditaklukan Negeri Matahari Terbit 2-5. Jepang baru bisa dipatahkan Indonesia di tahun 1975. Ironisnya, dalam dua kali perlehatan berikutnya, Jepang kembali memimpin dan mematahkan usaha Indonesia di final 1978, 1981. Cina yang baru memulai debut di tahun 1984 langsung menguasai Uber lima kali berturut-turut. Hingga di tahun 1994, 1996 lah Cina akhirnya bisa ditekuk para Kartini-kartini Indonesia. Susi Susanti dkk menjadi pahlawan yang dielu-elukan rakyat Indonesia saat itu.Sayang, semenjak pemain kunci Indonesia Susi Susanti menggantungkan raketnya. Prestasi tim putri seakaan berhenti. Cina menguasai lagi piala Uber sampai tahun 2002 lalu. INA sendiri baru merasakan piala Uber di tangan tiga kali, Jepang lima kali dan tim putri Tirai Bambu delapan kali. Entah apakah tahun ini, Istora bisa mengulang sejarah tim putra-putri INA menyandingkan piala Thomas & Uber seperti di tahun 1994. Juara Piala Thomas 20 tahun terakhir:1984 Indonesia vs China 3-2, di Kuala Lumpur1986 China vs Indonesia 3-2, di Jakarta1988 China vs Malaysia 4-1, di Kuala Lumpur1990 China vs Malaysia 4-1, di Tokyo1992 Malaysia vs Indonesia 3-2, di Kuala Lumpur1994 Indonesia vs Malaysia 3-0, di Jakarta1996 Indonesia vs Denmark 5-0, di Hongkong1998 Indonesia vs Malaysia 3-2, di Hongkong2000 Indonesia vs China 3-0, di Kuala Lumpur2002 Indonesia vs Malaysia 3-2, di Guang ZhouJuara Piala Uber 20 tahun terakhir:1984 China vs Inggris 5-0, di Kuala Lumpur 1986 China vs Indonesia 3-2, di Jakarta 1988 China vs Korea 5-0, di Kuala Lumpur 1990 China vs Korea 3-2, di Tokyo 1992 China vs Korea 3-2, di Kuala Lumpur 1994 Indonesia vs China 3-2, di Jakarta 1996 Indonesia vs China 4-1, di Hongkong 1998 China vs Indonesia 4-1, di Hongkong 2000 China vs Denmark 3-0, di Kuala Lumpur 2002 China vs Korea 3-1, di Guang Zhou (erk/)











































