Selama beberapa tahun terakhir, Nadal dan Federer sudah menciptakan duopoli di ajang Grand Slam. Kalau tidak Nadal, ya, Federer yang biasanya keluar jadi pemenang.
Dari 23 gelaran Grand Slam terakhir, Nadal dan Federer menggondol 21 gelar di antaranya. Catatan itu menegaskan betapa kedua rival berat tersebut amat dominan di dunia tenis saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir di satu sisi hal itu bagus untuk olahraga ini, ada lebih banyak pemain yang bisa menang dari Federer dan Nadal. Sangat sulit menghadapi mereka, terutama di ajang besar di mana mereka memainkan tenis terbaiknya," ulas Djokovic di Reuters.
Apa yang terjadi di Australia Terbuka saat ini sudah membuat sejumlah orang membicarakan kemungkinan berakhirnya sebuah era. Djokovic sendiri tidak melihatnya seperti itu.
"Ada sedikit perubahan kondisi, jadi dari sudut pandang tersebut hal itu memang bagus untuk olahraga ini. (Tapi) Mungkin terlalu dini untuk mengatakan itu (ada era baru)."
"Roger masih sangat termotivasi untuk merebut kembali rangking satu. Di sisi lain ada Nadal yang amat sangat dominan. Kami semua masih ada di belakang mereka. Anda belum bisa bilang era baru sudah lahir," lugas Djokovic.
(krs/roz)











































