Jerman Tak Mau Jadi Pecundang

Jelang Thomas & Uber 2004

Jerman Tak Mau Jadi Pecundang

- Sport
Kamis, 06 Mei 2004 15:26 WIB
Jakarta - Meskipun memiliki catatan yang bagus pada kualifikasi zona Eropa Thomas & UberCup 2004, Jerman tetap tidak memasang target yang muluk-muluk. Lakukan yang terbaik, dan jangan pulang jadi pecundang.Presiden asosiasi badminton Jerman Dieter Kespohl mengungkapkan bahwa mereka tidak membebankan target apapun kepada para pemainnya."Kami hanya ingin melakukan usaha terbaik yang bisa kami lakukan. Meningkatkan level dan yang paling penting,jangan jadi yang terburuk," ujar Kespohl kepada detikcom disela-sela latihan tim Jerman di Istora Senayan, Kamis (6/5/2004)Menurut Kespohl saat ini Jerman mengalami kemajuan yang sangat pesat dibandingkan dua tahun lalu. "Kami sering melakukan latihan bersama Belanda dan Inggris. Perjalanan yang hanya memakn waktu dua setenagh jam ke Belanda, sangat memungkinkan bagi kami untuk melakukannya," jelas Kespohl mengenai kemajuan pesat tim Jerman.Berbeda dengan Kespohl, pelatih tim Uber Jerman Detlef Poste tidak mau menyembunyikan targetnya terhadap tim putri. Ia yakin anak asuhnya mampu menjadi juara grup. "Berada dalam grup yang cukup berat bersama Taipei dan Afrika selatan, tetap kami lakukan yang terbaik. Mungkin perlawanan berat akan kami dapatkan dari Taipei. Namun dalam benak saya, target tetaplah menjadi juara grup," tegas Poste.Jika tim Uber Jerman mampu menjadi juara group dan tim Uber Indonesia menempati peringkat dua atau lolos babak play off, maka kemungkinan Jerman akan bertemu Indonesia di perempat final. Menanggapi hal ini, Poste tidak berani memprediksiskan hasil akhirnya. "Mungkin saat ini kami memang lebih diunggulkan dari pada Indonesia. Tapi bagaimanapun juga Indonesia adalah tim yang kuat. Saya tidak berani mengatakan apa-apa," katanya.Tim Uber Jerman sendiri beranggotakan para pemain muda. Bahkan pasangan Nicole Grether/Juliane Schenk yang akan menjadi tulang punggung tim Uber Jerman masihberusia 21 tahun. Tim Thomas & Uber Jerman datang dengan membawa 20 pemain, 3 pelatih, satu manajer, satu physioteraphist, dan satu orang video analis. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads